PKB: Koalisi dengan Gerindra Tak Akan Bubar, PDIP Gabung Tak Ubah Kesepakatan

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid tak mempersoalkan rencana pertemuan Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Ia memastikan koalisi PKB dan Gerindra tetap solid.
"Kalau dengan Gerindra kami yakin tidak akan bubar, kenapa yakin? Pertama baru bertemu, kedua Pak Prabowo jenderal, enggak mungkin dia main-main. Sudah nyalon 4 kali masa masih mau main-main," ujar Jazilul di Gedung DPR Senayan, Jumat (2/9).
Lebih lanjut, Jazilul juga mengatakan tak masalah apabila PDIP bergabung dengan koalisi PKB dan Gerindra. Namun ia mengingatkan, siapa pun yang ingin bergabung tak boleh mengubah kesepakatan yang lebih dulu dibuat PKB dan Gerindra.
Di antara kesepakatan itu adalah capres-cawapres ditentukan hanya oleh Prabowo Subianto dan Cak Imin.
"Kalau merapat bagus, asal jangan mengubah-ubah yang sudah ada. Kan merapat bagus, namanya silahturahim. Kami bahkan menunggu, pengin tahu siapa sih sebenarnya yang mendapatkan mandat dari PDIP untuk maju. Apakah [dia maju] presiden apa cawapres, semakin tahu kita semakin enak," kata dia.
"Semakin enak oh ini toh orangnya, gitulah. Terus kita kan sudah ada komitmen dengan Gerindra, [jadi bisa] 'Oh, gini caranya kita bekerja. [Tapi] jangan mengubah kesepakatan bahwa presiden dan calon presiden ditentukan bersama Pak Prabowo dan Gus Muhaimin, gitu," tambahnya.
Jazilul memastikan pihaknya akan memperhatikan manuver PDIP ke Gerindra. Ia pun menegaskan kembali, PKB dan Gerindra akan menjadi penentu utama sosok capres-cawapres koalisi.
"Kita tunggu saja, kan nanti setelah ada partai gabung itu ada tokohnya siapa pasangannya. Toh, kita saja yang bersama Gerindra itu belum memutuskan siapa capres dan siapa cawapres karena itu berpengaruh pada koalisi nanti," ujar dia.
"Yang disebut nanti kalau PDIP bersama Gerindra, kita enggak tahu sosoknya siapa. Siapa yang mau dicalonkan tuh? Pak Ganjar kah? Bu Puan kah? atau Bu Risma? Atau kata Pak Hasto Azwar Annas? Oh kalau Azwar Annas malah bagus sama-sama NU. Bisa dipertimbangkan ya," pungkas dia.
