PKB: Reshuffle Dibutuhkan karena Parpol Baru di Koalisi dan Isi Wakil Menteri

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo. Foto: Tracey Nearmy / POOL / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo. Foto: Tracey Nearmy / POOL / AFP

Wacana reshuffle kabinet kerja Presiden Jokowi terus berembus usai pelantikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Waketum PKB Jazilul Fawaid mengatakan, sejauh ini belum ada informasi dari Jokowi kepada parpol koalisi terkait reshuffle kabinet.

"Belum ada info sebenarnya, saya belum mendengarkan info apa pun, bisik-bisik juga belum ada. Cuma, kan, banyak yang nunggu, ya, sabar aja dari Pak Presiden karena ini hak preoregatifnya Presiden," kata Jazilul di Gedung DPR, Senayan, Senin (22/11).

Terkait pertemuan Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di Istana saat pelantikan Andika, Jazilul mengatakan pertemuan itu tak terkait dengan reshuffle kabinet.

"Eggak ada hubungannya dengan isu reshuffle, murni Pak Presiden. Ini, kan, cari momentum yang tepat saja karena, kan, masih Agustus ini masih level 3, artinya Presiden, mah, mencari waktu momen yang pas apakah sebelum level 3 itu atau sesudah," kata dia.

kumparan post embed

Wakil Ketua MPR ini berpandangan sebenarnya reshuffle dapat digunakan Jokowi untuk mengisi posisi wakil menteri, tak melulu mengganti pembantu presiden yang ada saat ini.

"Enggak harus ada dasarnya. Yang jelas pasca COVID-19 butuh percepatan dan juga publik melihat di situ ada partai yang ikut gabung juga dan memang ada kebutuhan juga untuk mengisi wakil-wakil menteri yang masih kosong. Jadi reshuffle enggak melulu mengganti yang ada atau merotasi yang ada bisa menempatkan juga di wakil-wakil menteri yang masih kosong, kan, Presiden mengeluarkan perpres soal itu" kata dia.

Lebih lanjut, Jazilul menuturkan sejauh ini PKB belum menyiapkan calon nama menteri untuk menjadi pertimbangan Jokowi.

"Enggak ada [menyodorkan nama]. Belum setahu saya, belum ada sampai hari ini," tandas Jazilul.