PKB soal Duet Prabowo-Puan: Baiknya Parpol Besar Buat Poros Sendiri

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPR RI Puan Maharani swafoto bersama Menhan Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.  Foto: Instagram/@puanmaharaniri
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPR RI Puan Maharani swafoto bersama Menhan Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Foto: Instagram/@puanmaharaniri

Ketua DPP PDIP Puan Maharani berencana menyambangi kediaman Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang pekan ini. Pertemuan tersebut membuat sejumlah pihak melihat ada kans duet Prabowo-Puan di Pilpres 2024.

PKB, yang telah membentuk koalisi dengan Gerindra, meragukan duet tersebut bakal terwujud. Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB Syaiful Huda konfigurasi capres-cawapres akan sulit tercapai apabila PDIP bergabung dengan koalisi Gerindra dan PKB.

"Saya belum tahu persis. Tapi kemungkinan konfigurasinya agak rumit, ya, konfigurasinya. Gerindra kan suaranya di bawah PDIP. Masih butuh diskusi panjang menurut saya, saat yang sama kan Gerindra Pak Prabowo pengin jadi capres. Kalau yang logis kan mengajak partai menengah," kata Syaiful Huda di Gedung DPR Senayan, Kamis (1/9).

"Pasti rumit [kalau gabung]. Fatsun politiknya agak susah. Karena itu kenapa pula semangat kami dengan Gerindra membangun koalisi itu karena bayangannya ini bagian dari komitmen kita paling enggak 3 pasangan dalam pemilu nanti," imbuh dia.

Syaiful berharap partai besar yakni PDIP, Gerindra, dan Golkar masing-masing membentuk poros sendiri di pilpres. Sehingga tak terjadi polarisasi dalam Pilpres 2024.

"Semangat kita minimal tiga pasangan. Tiga pasangan itu sebenarnya sesuai dengan konfigurasi partai papan atas yang ada tiga. Ada banyak reasoning, satu kita ingin polarisasi tidak terjadi di Pilpres 2024, salah satu cara itu adalah kita menghindari dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Artinya masyarakat ada opsi di luar dua pasangan," terang dia.

"Kalau dua pasangan, potensi untuk terjadi polarisasi itu pasti akan kuat. Nah dengan partai papan atas bikin blok sendiri saya kira akan lebih bagus, ya," tambah dia.

Kendati demikian, Syaiful menyerahkan kans bergabungnya PDIP dengan PKB-Gerindra pada Prabowo dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Ia menambahkan, Cak Imin sudah melakukan komunikasi informal dengan Puan dan tak sepenuhnya menutup kans koalisi dengan PDIP.

"Ya ini kan [ke Gerindra] rangkaian safari Mbak Puan, termasuk rencana juga ke PKB setelah kemarin dari NasDem. Nah itu dalam koalisi kita, kita serahkan ke Pak Prabowo dan Gus Muhaimin ya. Tentu beliau punya hitungan bagaimana supaya mekanisme dan skema tiga pasangan ini bisa didorong," jelas dia.

"Sudah sempet ada komunikasi informal [dengan Mba Puan untuk agenda pertemuan]. Nah kapan kita belum tahu kapan jadinya. Tunggu saja. Kalo partai papan atas belum jadi agenda, tapi kalau partai papan menengah dan bawah itu kita sedang intensif itu, tapi belum kita sampaikan," pungkasnya.