PKB soal PSI Tak Diajak Deklarasi padahal Dukung Prabowo: Belum Resmi

PAN dan Golkar sudah merapat untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai capres di 2024. Mereka bergabung ke Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) bersama Gerindra dan PKB.
Kemarin, Minggu (13/8), keempat parpol deklarasi dukungan di Museum Naskah Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.
Namun muncul pertanyaan, mengapa PSI tak diajak deklarasi? Padahal mereka sudah memberikan kode mendukung Ketum Gerindra tersebut.
"PSI kan belum menyatakan dukungan, belum menyatakan bergabung. Termasuk juga PBB kan enggak ikut. Karena ini kan KKIR, KKIR itu kan 2 partai Gerindra dan PKB. KKIR menerima 2 partai yang baru Golkar dan PAN," kata Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid saat dihubungi, Senin (14/8).
Jazilul menegaskan, tak ada 'diskriminasi' terhadap PSI yang di Pemilu 2019 belum masuk parlemen. Katanya, ini soal teknis saja. Secara fakta, menurutnya PSI sudah mendukung Prabowo.
"Bukan karena enggak diajak atau masalah parpol parlemen nonparlemen. Kita tidak membeda-bedakan soal itu, semata-mata soal teknis. Karena memang kemarin acaranya itu Gerindra dan PKB menerima bergabungnya 2 partai," jelas dia.
Apalagi PSI sudah bertemu dengan Prabowo beberapa waktu lalu. Kata Jazilul, tiap dukungan dari parpol mana pun penting.
"Nah ketika PBB mendeklarasikan kan PKB dan Gerindra hadir. Pak Muhaimin dan Pak Prabowo hadir. Namun ketika PSI, Pak Muhaimin kan enggak ikut. Mungkin dengan PSI itu bukan dukungan resmi," ungkap dia.
"Kalau sudah resmi pasti di jalan itu kan bagian dari memperkuat silaturahim," sambungnya.
Kalau pun nanti PSI sudah pasti mendukung Prabowo dan merapat ke KKIR, pasti akan ada deklarasi. Namun teknis detailnya akan diatur lebih lanjut.
"Kan beda-beda polanya, PBB menyatakan dukungan Pak Prabowo dan Pak Muhaimin diundang. Ketika PAN dan Golkar kan bareng ni padahal beda rumah. Jadi itu teknis saja," katanya.
"Intinya partai itu mendukung semua, PSI, PBB, Golkar, PAN," tutup Jazilul.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie mengatakan PSI belum ikut dalam deklarasi hari ini. Menurutnya PSI tidak ingin terburu-buru.
“Masih ada waktu, kok. Tenang aja, sabar. Ojo kesusu (jangan terburu-buru). PSI berproses secara internal yah sebelum sampai di konklusi akhir,” kata Grace saat dihubungi, Minggu (13/8).
Grace menyebut dukungan untuk capres akan menunggu kopi darat nasional (Kopdarnas) PSI yang akan digelar pada 22 Agustus mendatang. Ia mengatakan pilihan capres PSI adalah sosok yang memiliki komitmen melanjutkan program Presiden Jokowi.
“Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, kami terus memantau mana capres yang punya komitmen paling jelas untuk melanjutkan program-program Pak Jokowi,” ungkapnya.
