PKP Bertemu Jokowi: Presiden Sepakat Pemilu Digelar April 2024
ยทwaktu baca 2 menit

Presiden Jokowi bertemu pengurus baru Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) pagi tadi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.
Dalam pertemuan itu Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Sementara pengurus DPN PKP yang hadir adalah Ketua Umum Yussuf Solichien, Sekretaris Jenderal Said Salahudin, Wakil Ketua Umum Mayor Jenderal TNI (Purn) Aslizar N. Tanjung, Bendahara Umum Ellen Sukmawati, dan Sekretaris Dewan Pembina Rully Soekarta.
"Salah satu yang kami bahas bersama Presiden pagi tadi adalah terkait agenda kehadiran Presiden pada acara pelantikan pengurus DPN PKP pada tanggal 24 September 2021 di Jakarta. Beliau sudah confirmed untuk hadir. Di acara pelantikan nanti Ketua Umum kami akan pula menyampaikan Pidato Kebangsaan," kata Sekjen Said Salahudin dalam keterangannya, Rabu (22/9).
Sebagai partai pendukung, lanjut Said, pihaknya merasa benar-benar diperhatikan dan dihargai sekali Jokowi. Sebab di antara kesibukan yang begitu padat, Jokowi masih mau meluangkan waktu untuk berdiskusi bersama sampai dua kali dalam satu bulan ini.
"Apalagi beliau juga sudah menyatakan akan hadir di acara pelantikan pengurus DPN PKP pada Jumat mendatang (24/9). Artinya, pertemuan di acara pelantikan nanti akan menjadi pertemuan ketiga kami bersama Presiden di bulan September. Ini sebuah kehormatan bagi PKP," beber Said.
Bahas Pemilu 2024
Lebih detail, Said memaparkan ada dua pembahasan yang dilakukan. Pertemuan itu memunculkan dua kesamaan pandang antara PKP dengan Jokowi terkait Pemilu 2024.
"Pertama, Presiden sepakat dengan PKP bahwa untuk menjadi peserta Pemilu 2024, parpol non-parlemen tidak perlu mengikuti verifikasi faktual alias cukup lulus verifikasi administrasi. Kedua, Presiden sepakat dengan PKP agar pemilu tetap diselenggarakan di bulan April 2024. Presiden akan memanggil Mendagri untuk membicarakan mengenai hal tersebut," tandas Said.
Sebagaimana diketahui, KPU menetapkan Pemilu (Pileg-Pilpres) pada Rabu, 21 Februari. Namun, Mendagri Tito Karnavian meminta agar pemungutan suara dilakukan pada April seperti pelaksanaan pemilu-pemilu sebelumnya.
"Kami usulkan agar hari pemungutan suara dilaksanakan April seperti tahun-tahun sebelumnya. Atau kalau memungkinkan Mei 2024," kata Tito dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR, Kamis (16/9).
