PKS Beberkan Nama Capres dan Koalisi paling Lambat Akhir Tahun 2022

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh (kiri) dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu (kanan) didampingi jajaran petinggi kedua partai berjalan bersama usai pertemuan di Kantor DPP Nasdem, Jakarta. Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh (kiri) dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu (kanan) didampingi jajaran petinggi kedua partai berjalan bersama usai pertemuan di Kantor DPP Nasdem, Jakarta. Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan partainya akan segera mengungkap koalisi dan nama capres-cawapres yang diusung dalam Pilpres 2024.

Dipastikan PKS akan mengumumkannya paling lambat akhir 2022, tepatnya usai KPU selesai melakukan verifikasi pendaftaran calon peserta Pemilu 2024.

"Saya berharap sebelum akhir tahun sudah diumumkan. September 2022 KPU, kan, mengumumkan tambah kurang submit lagi, insyallah setelah itu akan lebih pasti dan mudah-mudahan juga sudah diumumkan capres-cawapresnya," ujar Mardani dalam diskusi Teras Politik yang digelar oleh RMOL, Selasa (9/8).

Sampai saat ini, ia menyebut komunikasi sudah dibangun oleh beberapa partai, terutama Nasdem dan Demokrat.

Ketua DPP PKS, Wakil Ketua Komisi II DPR, Mardani Ali Sera. Foto: Dok. Istimewa

"Yang kami pahami tidak cuma ke satu sisi, tapi banyak sisi kita mencari yang punya integritas dan kapasitas, kemudian mana yang berpeluang menang," tambahnya.

Terkait kans capres yang akan diusung PKS, Mardani tidak dapat menyebutkannya mewakili PKS. Sebab, hal itu harus disampaikan oleh Majelis Syuro PKS.

Namun, Mardani menilai kelak publik akan melihat dua pertarungan antara kekuatan figur melawan kekuatan kepentingan parpol dalam menentukan capres-cawapres 2024.

"Anies-Ganjar mewakili kekuatan figur sementara Pak Prabowo, Puan, Airlangga atau AHY itu mewakili kepentingan parpol. Dalam 2 tahun ini kalau parpol tidak mampu membuktikan diri, maka lebih baik adalah peluang figur. Tapi 2 tahun bukan waktu pendek, jadi kita lihat apa yang terjadi," tuturnya.

"Kalau saya masih dekat sama Mas Anies Baswedan," tandasnya.