PKS Curigai Jokowi Larang Pejabat Bukber karena Khawatir Konsolidasi Pilpres

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas dengan jajaran pengaman keamanan di Papua. Foto: Dok. Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas dengan jajaran pengaman keamanan di Papua. Foto: Dok. Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden

Politikus PKS Nasir Djamil menanggapi arahan Presiden Jokowi yang tetap meminta seluruh menteri di Kabinet Indonesia Maju serta kepala badan dan lembaga tidak buka bersama (bukber). Alasannya dua, pandemi dan meminta mereka hidup sederhana.

Nasir menuturkan sebaiknya Jokowi mencabut larangan tersebut. Sebab, kata dia, hal itu bertentangan dengan revolusi mental yang digaungkan Jokowi.

"Apa pun alasan Pak Jokowi, melarang pejabat berbuka puasa bersama kurang sejalan dengan revolusi mental yang digaungkan beliau”, kata Nasir kepada wartawan, Jumat (24/3).

Menurut Nasir, justru saat ini Indonesia sudah bebas dari pandemi COVID-19. Bahkan, Nasir menuturkan Jokowi dan para pejabat kementerian sudah tidak pernah lagi memakai masker beberapa bulan belakangan ini. Rapat di DPR RI juga saat ini sudah sangat sedikit yang memakai masker

"Jangan-jangan larangan buka puasa bersama dikhawatirkan oleh rezim akan menjadi konsolidasi umat Islam menjelang Pilpres," sebut Nasir.

Anggota Komisi III DPR itu menyebut larangan itu sangat kontras dengan berbagai kegiatan keramaian yang sudah terjadi. Ia menduga ada pihak yang membisikkan kepada Jokowi terkait larangan tersebut.

"Jadi di mana relevansinya pejabat dilarang buka puasa bersama. Saya menduga ini bukan ide orisinil Pak Jokowi. Tapi ada pihak yang membisikkan kepada beliau”, tutup Nasir.

Sebelumnya, Seskab Pramono Anung menuturkan selain karena COVID-19, arahan juga dikeluarkan karena pejabat pemerintah dan ASN sedang mendapat perhatian tajam dari masyarakat. Sehingga mereka diminta untuk berbuka puasa dengan pola yang sederhana.

Diketahui, pejabat pemerintah dan ASN sedang disorot karena memamerkan gaya hidup dan barang mewah di media sosial. Harta mereka yang tidak wajar pun dipertanyakan publik.

"Untuk itu, Presiden meminta kepada jajaran pemerintah, ASN untuk berbuka puasa dengan pola hidup yang sederhana, tidak melakukan atau mengundang para pejabat di dalam mereka melakukan buka puasa," kata Pramono, Kamis (23/3).

"Sehingga dengan demikian intinya adalah kesederhanaan yang selalu diberikan contoh oleh Presiden itu merupakan acuan yang utama," tuturnya.

=====

kumparan bagi-bagi berkah senilai jutaan rupiah. Jangan lewatkan beragam program spesial lainnya. Kunjungi media sosial kumparan untuk tahu informasi lengkap seputar program Ramadhan! #BerkahBersama