PKS Dukung WFH Tiap Jumat: Iktikad Baik Pemerintah untuk Penghematan BBM

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid. Foto: Amrizal Papua/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid. Foto: Amrizal Papua/kumparan

PKS merespons kebijakan pemerintah yang memberlakukan WFH setiap hari Jumat. Kebijakan ini berlaku untuk ASN termasuk sejumlah pegawai di sektor swasta.

Pemerintah menerapkan WFH dalam rangka menghemat energi imbas konflik Timur Tengah yang berlarut-larut.

Sekjen PKS Muhammad Kholid mengatakan, pihaknya mendukung penuh kebijakan WFH tiap hari Jumat.

"Ya kita dukung. Saya kira itu iktikad baik dari pemerintah untuk melakukan penghematan penggunaan BBM, agar demand lebih terkendali di tengah keterbatasan stok BBM dan krisis minyak internasional akibat perang Iran," kata Kholid kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/4).

video from internal kumparan

PKS mengajak seluruh pihak ikut mendukung kebijakan ini agar target penghematan energi yang dicanangkan pemerintah tercapai.

"Tentu iktikad baik kebijakan tersebut harus mendapat dukungan masyarakat luas agar sukses dalam pelaksanaannya di lapangan," ucap Kholid.

Sementara terkait pemilihan hari Jumat yang dikhawatirkan dijadikan sarana long weekend sehingga target penghematan BBM tidak tercapai, PKS meyakini para pihak tidak akan memanfaatkan kebijakan ini untuk hal seperti itu.

"Semoga tidak ya. Minimal penghematan energi di kantor-kantor pemerintah pasti berjalan," kata Kholid.

PKS pun meminta agar pengawasan terhadap ASN lebih diperketat. "Kalau mengendalikan person per person ASN tentu tidak mudah. Mungkin pengawasannya diperketat aja," ucap dia.

Usul WFH Hari Rabu

Meski begitu, PKS mengusulkan WFH digeser ke hari Rabu, jika ternyata dalam pelaksanaannya ada sejumlah pihak yang memanfaatkannya untuk long weekend.

"Untuk menghindari potensi libur panjang weekend, bisa dipertimbangkan hari Rabu, Jumat masuk, tapi Rabu WFH. Tengah-tengah," ucap Kholid.

Sejumlah pengendara melintas saat penerapan WFH di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (1/9/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Alasan Hari Jumat

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pemilihan hari Jumat didasarkan pada praktik yang sudah berjalan di sejumlah kementerian.

“Mengapa dipilih Jumat? Karena memang sebagian sudah beberapa kementerian sudah melaksanakan itu, kerja empat hari dalam satu minggu dengan aplikasi. Ini pasca-dari COVID kemarin,” ujarnya dalam konferensi pers daring, Selasa (31/3).

Selain itu, Airlangga menilai hari Jumat memiliki beban kerja yang relatif lebih ringan dibandingkan hari kerja lainnya.

“Kami pilih hari Jumat karena memang hari Jumat kan setengah, artinya tidak sepenuh hari Senin sampai Kamis,” ujarnya.

Meski kebijakan WFH diterapkan, Airlangga memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal.