PKS Klaim Jokowi Ingin Undang Sohibul Iman ke Istana

16 Oktober 2019 13:21 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid Foto: Nugroho Sejati/kumparan
ADVERTISEMENT
PKS mengklaim Presiden Jokowi sempat berkeinginan mengundang partai tersebut ke Istana jelang momen pelantikan. Hal ini disampaikan oleh Wakil Majelis Dewan Syuro PKS Hidayat Nur Wahid.
ADVERTISEMENT
Menurut Hidayat, keinginan ini sama seperti saat Jokowi mengundang Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Ketum PAN Zulkifli Hasan ke Istana Merdeka beberapa waktu lalu.
Namun, menurut Hidayat, keinginan Jokowi untuk bertemu Presiden PKS Sohibul Iman dan sejumlah pengurus tak terpenuhi. Sebab, PKS menolak bertemu dengan Jokowi.
"Saya tahu ada keinginan ini, saya tahu dan saya diberitahu bahwa ada keinginan untuk pertemuan dengan Presiden PKS, dan Presiden PKS sudah memberikan jawabannya," kata Hidayat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/10).
Presiden Joko Widodo. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Dia menjelaskan partainya tak ingin ada anggapan liar yang menilai pertemuan Sohibul Iman dan Jokowi nanti. Sehingga mereka memilih untuk tidak memenuhi undangan tersebut.
ADVERTISEMENT
Anggapan liar yang dimaksud Sohibul berkaitan dengan peluang koalisi dan posisi menteri yang dibuka Jokowi untuk sejumlah kalangan.
"Tapi timing juga dipentingkan. Nanti jangan sampai kesannya ada pertemuan, kemudian artinya mau koalisi, mau gabung, minta menteri. Ribet lagi nanti jadinya," ujarnya.
"Karena Pak Jokowi saja saya kira hari-hari ini cukup puyeng memikirkan porsi kementerian untuk seluruh partai pendukungnya. Kan partai pendukung beliau tidak sedikit," lanjutnya.
Presiden PKS Sohibul Iman Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Hidayat menegaskan penolakan PKS ini juga karena ingin menunjukkan sikap politik yang tetap berada di luar koalisi Jokowi.
"Supaya tidak ada kesan kemudian seolah-olah ada pertemuan itu artinya adalah ingin masuk koalisi, minta menteri dan lain-lain. Saya kira timing pertemuan itu penting untuk dipertimbangkan," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Dalam dua hari, Presiden Jokowi bertemu dengan SBY dan Prabowo di Istana Merdeka. SBY memenuhi undangan Jokowi pada Kamis (10/11). Selang sehari, tiba giliran Prabowo yang bertemu Jokowi pada Jumat (11/10). Kemudian Zulkifli Hasan memenuhi undangan Jokowi pada Senin (14/10).