PKS: Pandemi Tambah Parah, Pemerintah dan Warga Jangan Lepas Kendali

kumparanNEWSverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas kepolisian memberikan masker kepada warga yang terjaring Operasi Yustisi penerapan protokol kesehatan di Jalan Jhon Aryo Katili di Kota Gorontalo, Gorontalo, Senin (14/9). Foto: Adiwinata Solihin/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas kepolisian memberikan masker kepada warga yang terjaring Operasi Yustisi penerapan protokol kesehatan di Jalan Jhon Aryo Katili di Kota Gorontalo, Gorontalo, Senin (14/9). Foto: Adiwinata Solihin/ANTARA FOTO

Pelanggaran protokol kesehatan seperti kerumunan massa di banyak tempat terjadi dalam beberapa hari terakhir. Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS Netty Prasetyani pun mengaku prihatin dengan semakin longgarnya pelaksanaan protokol kesehatan.

Padahal, kata Netty, pandemi COVID-19 belum berakhir. Bahkan bertambah parah karena penambahan jumlah kasus yang tinggi.

"Pandemi ini belum berakhir, bahkan bertambah parah dengan naiknya jumlah kasus baru. Jangan sampai pemerintah dan masyarakat lepas kendali. Semua pihak harus bersabar dan menahan diri untuk terus mengetatkan protokol kesehatan dalam aktivitasnya," kata Netty, Selasa (17/11).

Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS, Netty Prasetyani. Foto: Dok. Pribadi

Netty mengatakan saat ini Indonesia menjadi negara dengan kasus corona tertinggi di Asia Tenggara. Karena itu, ia meminta semua pihak tak menganggap virus corona hal yang sepele dengan mengabaikan protokol kesehatan.

"Data lapangan kasus COVID-19 di Indonesia itu real, jadi jangan pernah dianggap sepele. Apalagi sampai saat ini belum ada kepastian obat maupun vaksin COVID-19 yang dapat menahan laju pandemi," ujarnya.

embed from external kumparan

"Oleh karena itu, saya meminta semua pihak agar tidak mengabaikan protokol kesehatan yang bisa memicu munculnya klaster baru. Pengabaian protokol kesehatan, apa pun alasannya, adalah sikap tidak bertanggung jawab yang dapat menimbulkan resiko besar," tegasnya.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR itu pun mengingatkan agar pemerintah pusat dan daerah menjadi contoh penerapan protokol kesehatan. Dia ingin PSBB dilakukan dengan displin dan tak pandang bulu.

Seorang dibawa ke ambulance saat Habib Rizieq Syihab tiba di bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (10/11). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

"Lakukan peraturan PSBB secara ketat, disiplin dan tidak pandang bulu. Jadilah teladan yang baik agar mampu menginspirasi masyarakat dalam perang panjang melawan COVID-19. Jangan sampai malah jadi pihak yang lalai dalam penerapan PSBB, sehingga orang menilai percuma ada karena tidak efektif," ucap dia.

Lebih lanjut, Netty menyadari masyarakat tak bisa terus berdiam diri di rumah selama pandemi corona masih ada. Karena itu, ia meminta prokotol kesehatan selalu dilakukan dengan disiplin.

"Ada banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Orang butuh bekerja, perlu bersosialisasi, juga ingin mendapatkan hiburan. Oleh karena itu, setidaknya perilaku 3 M, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak benar-benar dilakukan dengan disiplin oleh setiap orang saat keluar rumah, di mana pun, kapan, pun. Jangan pernah lepas kendali karena pandemi belum berakhir," tandasnya.