PKS: Pemerintah Harus Terapkan PSBB, Lebih Efektif dari PPKM Skala Mikro
·waktu baca 2 menit

Lonjakan kasus aktif di Indonesia membuat grafik COVID-19 naik. Bahkan, penambahan kasus harian per Senin (21/6) sebanyak 14.536 orang, menjadi rekor penambahan tertinggi selama pandemi.
Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS Netty Prasetyani meminta pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengendalikan lonjakan kasus COVID-19 di zona merah. Menurutnya, PSBB lebih efektif daripada PPKM skala mikro saat ini.
“Pemberlakuan PPKM skala mikro terbukti tidak efektif menahan mobilitas masyarakat. Akibatnya lonjakan kasus COVID-19 sulit dikendalikan. Pemerintah harus segera berlakukan PSBB, bahkan lockdown total,” kata Netty, Rabu (23/6).
Menurut Netty, pengendalian corona akan efektif jika penerapan protokol kesehatan dilakukan ketat dan tegas. Jika tidak, ia pun khawatir kasus corona di Indonesia akan terus meningkat jika PSBB tidak segera diterapkan.
“Masyarakat harus dipaksa agar disiplin prokes melalui aturan yang ketat dan tegas. Tanpa aturan tegas dan setengah hati, masyarakat yang sudah jenuh dengan keadaan pandemi akan abai dan tidak peduli. Opsi pemberlakukan PSBB seperti di awal pandemi harus diambil. PSBB ketat yang diterapkan di Jakarta dulu, terbukti mampu menurunkan angka kasus secara signifikan,” ujarnya.
“Jika tak segera diambil kebijakan yang lebih ketat, maka kasus COVID-19 di tanah air akan semakin buruk. Jangan sampai kita mengalami seperti India dan Malaysia yang kewalahan kendalikan pandemi. Laksanakan strategi tarik rem dengan pemberlakuan PSBB minimal dalam masa 14 hari,” lanjut dia.
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR ini juga menyoroti banyaknya anak-anak yang banyak terpapar COVID-19. Dia berharap adanya fasilitas kesehatan yang memadai bagi anak-anak.
“Pemerintah tidak boleh lamban bertindak guna mengantisipasi antrean bahkan penumpukan pasien di IGD karena ruang perawatan penuh. Segera tambah fasilitas perawatan semisal Wisma Atlet, bahkan siapkan skenario Rumah Sakit Lapangan untuk antisipasi lonjakan pasien," kata dia.
Selain itu, ia juga mengingatkan para orang tua agar disiplin menjalankan prokes dan menimalisir membawa anak-anak ke luar rumah yang rentan terhadap penularan virus.
"Pastikan anak-anak mendapat asupan memadai, istirahat yang cukup, dan tetap tinggal di rumah. Jangan malah orang tua yang membawa anak-anak ke mal atau tempat wisata dengan alasan mengatasi kejenuhan," tandasnya.
