PKS: Penutupan Alexis Jadi Shock Therapy Tempat Hiburan Malam Lain

Wakil Ketua DPRD DKI asal PKS, Triwisaksana (Sani), menyambut baik keputusan Gubernur DKI Anies Baswedan, yang tak memperpanjang izin Hotel Alexis karena dugaan prostitusi terselubung. Menurut Sani, masalah ini jadi pelajaran untuk tempat hiburan malam lain di Jakarta.
"Makanya ini jadi shock therapy buat pusat hiburan. Kalau izinnya hotel, ya hotel, kalau izinnya hiburan malam, karaoke segala macam, ya sesuaikan saja dengan perizinannya. Jangan kemudian melenceng prostitusi terselubunglah, mungkin ada narkobanya segala macam," ucap Sani di Kantornya, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (30/10).
"Ya wajar kalau pemerintah, kepolisian langsung tutup, ya wajar dong, yang lain jangan main-main itu," imbuhnya.
Sani mengatakan soal para pekerja Alexis yang terancam tak punya pekerjaan, itu menjadi tanggung jawab pihak Alexis. Dia mengatakan semua risiko atas ditutupnya Alexis bukan tanggung jawab Pemprov DKI.
"Kenapa jadi pemerintah yang harus (tanggung jawab) ini, kan itu kan perusahaannya yang harusnya tanggungjawab. Kalau perusahannya baik-baik kan mestinya enggak ditutup sama pemeirntah," terangnya.
Kalau digunakan prostitusi terselubung, ya pasti kita dukung. Soal narkoba, soal prostitusi itu (Pemprov) harus didukung.
Sani menyinggung soal pengawasan Pemprov DKI terhadap Alexis yang baru di era Anies berani disetop izinnya alias ditutup. Mestinya, Dinas Patiwisata bergerak cepat begitu ada laporan dugaan prostitusi terselubung di tempat griya pijat dan spa itu.
"Perusahaan kan yang melanggar peruntukan, peruntukannya hotel restoran atau apa, tapi disalahgunakan untuk kegiatan yang dilarang menurut hukum," ucap Sani.
Soal berkurangnya pemasukan Pemprov DKI dari pajak hiburan, Sani tak khawatir. "Kalau cuma Alexis doang sih enggak berkuranglah," jawab Sani.
