PKS: Setnov Tersangka Coreng DPR, Harus Pikirkan Skenario Ganti Ketua

Anggota DPR dari Fraksi PKS Tifatul Sembiring menyebut kondisi DPR saat ini genting menyusul penetapan tersangka Setya Novanto oleh KPK. Tifatul mengimbau seluruh fraksi di DPR beserta para pimpinan untuk berkonsolidasi dan mengambil langkah.
"Ini yang genting, DPR harus ada posisi yang jelas. Menurut saya ini segera, fraksi-fraksi harus berkumpul, pimpinan DPR berkumpul untuk memutuskan hal ini. Karena ini menurut saya penting sekali, jangan sampai kosong kepemimpinannya terutama ketuanya di DPR ini," katanya di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (19/7).
Meski sifat pimpinan DPR kolektif kolegial, Tifatul menilai status tersangka yang disandang Novanto telah mencoreng nama DPR. Oleh sebab itu, pandangan negatif masyarakat yang ada harus segera diluruskan demi citra parlemen. Apalagi sudah ada beberapa anggota DPR yang terlibat masalah ini.
"Walaupun itu sifat pimpinan kolegial, tapi pimpinanan itu sebagai simbol dengan ditetapkannya Pak Setnov ini kan mencoreng nama DPR juga dalam tanda kutip. Jadi pandangan negatif juga menurut saya juga harus diklarifikasi," ujarnya.

"Memang ada dan sudah terbukti ada beberapa oknum DPR yang terlibat dalam masalah ini," lanjutnya.
Tifatul juga mendesak pimpinan lain agar memikirkan mekanisme pergantian Ketua DPR. Termasuk memuat aturan apakah seorang pimpinan DPR harus diganti atau tidak jika sudah menjadi tersangka.
"Menurut saya, supaya tidak menjadi pertanyaan publik, perlu diputuskan bagaimana mekanismenya. Kalau orang tersangka ini diganti apa tidak," urainya.
Fraksinya, PKS sendiri masih akan merapatkan soal usulan mekanisme yang akan diambil. Ada banyak pertimbangan yang akan dikaji termasuk aspek moral yang ada.
"Kita ini belum rapat, nanti akan rapat, akan kita putuskan sikap resmi kita," tutupnya.
