PKS Usung Sohibul di Jakarta, PKB Makin Pertimbangkan Dukungan ke Anies

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anies Baswedan bersama dengan Muhammad Sohibul Iman pada acara jalan sehat dengan PKS di Tasikmalaya, Sabtu (2/9). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Anies Baswedan bersama dengan Muhammad Sohibul Iman pada acara jalan sehat dengan PKS di Tasikmalaya, Sabtu (2/9). Foto: Dok. Istimewa

DPP PKS memutuskan untuk tidak mengusung Anies Baswedan dalam Pilgub Jakarta 2024. Sebagai gantinya, PKS memilih mengusung Wakil Ketua Majelis Syura, Sohibul Iman.

Keputusan ini membuka kemungkinan terpecahnya Koalisi Perubahan dalam Pilkada Jakarta. Sebab, baru PKB DKI yang memutuskan mendukung Anies. DPP NasDem dan DPP PKB belum.

Waketum PKB Jazilul Fawaid menyatakan bahwa keputusan PKS akan menjadi pertimbangan bagi DPP PKB dalam menentukan sikap apakah akan memberikan rekomendasi untuk Anies.

"Posisi hari ini PKB DKI mengusulkan Pak Anies, dan ini tentu akan disikapi," kata Jazilul saat dihubungi, Minggu (23/6).

Waketum PKB, Jazilul Fawaid saat berada di studio Info A1 kumparan di Jakarta, Rabu (15/11/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Jazilul mengakui bahwa mengusung Anies tanpa dukungan PKS, sebagai partai pemenang Pileg 2024 di Jakarta, akan sulit, mengingat PKB hanya memiliki 10 kursi di DPRD Jakarta.

"Posisi PKS yang tidak mendukung Pak Anies akan berat, karena PKB hanya memiliki 10 kursi," ujar Wakil Ketua MPR itu.

"Keputusan ini pasti memerlukan kalkulasi lebih lanjut dan tidak bisa diputuskan hari ini. Kecuali jika PKB mendapatkan 25 kursi, akan lebih mudah," tambahnya.

Di sisi lain, NasDem juga belum menentukan sikap apakah akan memberikan rekomendasi untuk Anies, Ahmad Sahroni, atau Wibi Andrino.