PKS Yakin Amien Rais Oposisi: Beliau Wanti-wanti PAN Tak Masuk Kabinet

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menanggapi pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais soal pembagian kekuasaan 55-45 persen. Hidayat berkeyakinan mesti melontarkan pernyataan itu, Amien tetap akan menjadi oposisi dari pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.
Keyakinan ini beralasan. Sebab, Amien sempat meminta PKS agar tetap berada di luar pemerintahan Jokowi-Ma'ruf kelak.
"Beliau sendiri sikap dasarnya adalah untuk wanti-wanti kepada PAN untuk enggak masuk ke dalam kabinet, untuk agar tetap di oposisi. Kalau menurut saya, Pak Amien tetap dalam posisi untuk beroposisi," ujar Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (22/7).
Hidayat menegaskan, syarat rekonsiliasi bukan dengan pembagian kekuasaan di pemerintahan. Apalagi, kata dia, Jokowi sudah cukup banyak menampung banyak kandidat menteri dari partai pendukungnya.
"Bagi PKS kalau rekonsiliasi jangan diartikan sebagai re-kursiasi. Jangan diartikan bagi-bagi kekuasaan dan sekarang saja dari kawan-kawan pendukung 01 sudah banyak yang mengajukan nama," ujarnya.
"PSI 44 nama, NasDem 11 nama, PPP 15 nama, PKB ada 10 nama. PDIP berapa pasti banyak lagi, Golkar pemenang kedua pasti banyak lagi," lanjut Hidayat.
Oleh karena itu, Hidayat meminta agar Jokowi memberikan kekuasaan kepada partai pendukungnya saja. Wakil Ketua MPR itu menganggap wajar jika pada akhirnya partai pengusung Prabowo-Sandiaga Uno tetap berada di luar pemerintahan.
"Sudahlah Pak Jokowi, berikan itu kepada rekan-rekan 01. Dan menurut saya, 02 karena tidak dimenangkan dalam pilpres, wajar saja kita berada di luar kabinet," kata Wakil Ketua MPR ini.
Namun, Hidayat menegaskan, PKS tak akan memaksakan kehendak agar partai lain mengikuti keinginan partainya menjadi oposisi.
"Masing-masing sudah tahu posisinya kok. Kita tidak dalam posisi ajak mengajak. Kita masing-masing tahu tentang tanggung jawab sosial politiknya dan sekaligus memahami sikap yang akan diambil," pungkasnya.
