PLN Minta Maaf soal Mati Listrik di Sebagian Jakarta-Tangsel: Sudah Dipulihkan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya menyampaikan permohonan maaf atas pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta dan Tangerang Selatan pada Senin (3/8) pagi. PLN memastikan seluruh pasokan listrik telah kembali normal.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya Haris Andika mengatakan gangguan terjadi akibat terganggunya suplai listrik dari Gardu Induk Gandul menuju Cirendeu pada pukul 04.59 WIB.
Menurut Haris, tim PLN langsung melakukan pengamanan sistem dan memulai proses pemulihan sekitar pukul 05.14 WIB.
"Tim PLN memastikan keamanan teknis dan mulai melakukan pemulihan awal pada pukul 05.14 WIB. Secara bertahap, pasokan listrik kepada seluruh pelanggan kembali normal pada pukul 07.00 WIB," kata Haris dalam keterangannya.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak gangguan tersebut.
"Apabila masih mengalami kendala pada layanan kelistrikan, pelanggan dapat menyampaikan pengaduan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123," ujarnya.
Sebelumnya, pemadaman listrik sempat terjadi di sejumlah wilayah Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan, di antaranya Pamulang, Pondok Aren, Pondok Ranji, Jombang, Pesanggrahan, Bintaro, Ciputat, Ciledug, Larangan, Cirendeu, Rempoa, Cipulir, Cilandak, hingga Pondok Cabe.
Komisaris Independen PLN Andi Arief membeberkan penyebab pemadaman listrik ini. Menurut Andi, berdasarkan laporan Dispatcher Distribution Control Center (DCC) Jakarta, pemadaman dipicu gangguan pada PMT Incoming 20 kV yang berdampak pada sejumlah gardu induk.
"Gangguan PMT itu (pemutus tenaga atau dikenal secara global sebagai circuit breaker)," kata Andi saat dikonfirmasi.
Gangguan terjadi pada pukul 04.59 WIB. Sementara pasokan listrik mulai dipulihkan sekitar 05.14 WIB.
Imbas insiden ini, sebanyak 601.535 pelanggan terdampak pemadaman dengan total beban mencapai 197,5 megawatt (MW).
