PLN Tak Pernah Jual Alat Penghemat Listrik

PT PLN (Persero) mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada. Sebab, saat ini tengah marak beredar di pasaran untuk penjualan alat penghemat listrik.
Direktur Bisnis Regional PLN Jawa Bagian Barat Haryanto WS menegaskan, selama ini PLN tidak pernah bekerja sama untuk melakukan penjualan alat penghemat listrik.
"Memang banyak penipuan di masyarakat yang mengatasnamakan (PLN) bisa menghemat listrik. Itu tidak benar," tegas Haryanto saat ditemui di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (10/9).
Haryanto juga meminta masyarakat untuk selalu berhati-hati jika ada pihak yang mengatasnamakan PLN dan menawarkan alat penghemat listrik. Menurutnya, meskipun PLN mendukung agar masyarakat bisa menghemat listrik, namun selama ini pihaknya tidak pernah mengeluarkan kebijakan tersebut.
"Masyarakat agar lebih berhati-hati di dalam menerima tawaran-tawaran dari siapa saja yang berorientasi menurunkan pemakaian listrik di rumah dengan memasang alat, sebagian besar itu adalah bentuk-bentuk yang tidak benar," ujarnya.
Menurutnya, terkait penghematan listrik sendiri kata Haryanto lebih sesuai dengan perilaku masyarakat yang menggunakan listrik secara hemat. Bukan pada alat penghemat listrik, mislanya cara yang bisa dilakukan untuk menghemat listrik yaitu mematikan yang tidak perlu.
"Misalnya mematikan lampu bila ruangan tidak dipakai, kemudian mematikan di kamar mandi, di kamar, menyalakan tv bila tidak dilihat. Sekarang banyak tv tidak dilihat juga menyala, kemudian memutus mencabut dari stop kontak alat-alat yang tidak terpakai," jelasnya.
Bahkan, kata Haryanto, selama ini tanpa di sadari kebiasaan sehari-hari juga salah satu penyebab borosnya penggunaan listrik, seperti membiarkan colokan listrik tetap terpasang.
"Selama ini masyarakat lebih senang alatnya tetap tercolok tersambung ke jaringan listrik padahal itu standby. Ini juga tidak menghemat," katanya.
