Plot Twist Cerita Yana yang Sempat Dianggap Hilang di Cadas Pangeran

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Yana Supriatna saat menjalani pemeriksaan di Polres Sumedang. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Yana Supriatna saat menjalani pemeriksaan di Polres Sumedang. Foto: Dok. Istimewa

'Plot twist' ciamik mengiringi ditemukannya sosok Yana Supriatna (40), pria yang sempat dicari-cari usai menghilang di Cadas Pangeran, Sumedang. Kabar hilangnya Yana sempat bikin heboh media sosial, hingga petugas kepolisian dan Basarnas terjun melakukan pencarian.

Pasalnya, Yana hilang tapi motor bebeknya jenis Supra bernomor polisi Z 2333 BA, helm full face, dan jaketnya ada di pinggir jalan dekat tebing Cadas Pangeran.

Anjing pelacak K9 diturunkan untuk mencari warga Sumedang yang hilang di Cadas Pangeran, Kamis (18/11). Foto: SAR Bandung

Hilangnya Yana pertama kali dilaporkan oleh sang istri, Kurniasih (46), ke Polres Sumedang pada Selasa (16/11) malam. Pencarian langsung dilakukan. Sejumlah spekulasi bermunculan terkait hilangnya Yana. Bahkan ada yang mengaitkan dengan hal mistis di kawasan Cadas Pangeran.

Hal tersebut bukan tanpa sebab. Yana sebelum hilang sempat mengirim voice note via pesan WhatsApp kepada istrinya. Voice note itu beredar di media sosial.

Sejumlah kendaraan melintasi Cadas Pangeran di Sumedang, Jawa Barat, Rabu (8/5/2019). Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO

Di voice note itu, Yana menyatakan sedang beristirahat untuk salat Isya di salah satu musala di kawasan Simpang, Tanjungsari, pada Selasa (16/11) malam.

Kemudian, usai salat Isya itu, Yana hendak melanjutkan pulang ke rumahnya di Desa Sukajaya, Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang.

Sebelum berangkat, dia sempat voice note lagi ke istrinya. Mengabarkan bahwa ada seseorang, yang mengaku juga warga Sumedang, menumpang dibonceng motor Honda Supra-nya ikut ke Sumedang. Dari situ, Yana kemudian menghilang.

Yana Supriatna (tengah) saat diamankan tim Satreskrim Polres Sumedang di Dawuan Majalengka. Foto: Dok. Istimewa

Yana Ditemukan di Dawuan

Yana ditemukan di wilayah Dawuan, Majalengka, perbatasan dengan Cirebon.

"Ditemukan sore tadi sekitar jam 16.00-an di Dawuan. Rilis lengkapnya besok," kata Kabag Ops Polres Sumedang AKP Hario Prasetyo Seno di kantornya, Kamis (18/11) malam.

Saat itu, pihak kepolisian belum merinci bagaimana Yana bisa ditemukan di sana. Yang pasti, dia ditemukan dalam kondisi sehat wal afiat.

"Ditemukan dalam kondisi sehat dan sudah dibawa ke Sumedang yang bersangkutan sedang diperiksa," kata Hario.

Sejumlah kendaraan melintasi Cadas Pangeran di Sumedang, Jawa Barat, Rabu (8/5/2019). Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO

Rekaman Suara soal Dianiaya Tak Benar

Sejumlah fakta terkuak seiring ditemukannya Yana. Isi rekaman suara yang dikirimkan Yana ke istrinya itu benar adanya. Tapi, soal Yana mengaku dianiaya dan didorong ke jurang di Cadas Pangeran itu dipastikan tak benar.

Ya, sempat beredar juga rekaman suara yang mengungkapkan Yana didorong ke Cadas Pangeran oleh seseorang.

Terungkap juga bahwa Yana menggunakan mobil elf untuk berangkat ke Majalengka setelah sempat singgah di Cirebon. Yana lalu meninggalkan begitu saja sepeda motornya di tepian jalan Cadas Pangeran seakan telah menjadi korban kejahatan.

Yana Supriatna saat menjalani pemeriksaan di Polres Sumedang. Foto: Dok. Istimewa

Pengakuan Yana

Dari hasil pemeriksaan sementara, Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan, Yana seolah jadi korban begal kemudian meninggalkan sepeda motornya di tepian jalan Cadas Pangeran.

"Melakukan tindakan seolah-olah dibegal dengan cara meninggalkan kendaraan sepeda motornya di Cadas Pangeran," kata Eko melalui pesan singkat, Jumat (19/11).

Anggota SAR dan polisi diturunkan untuk mencari warga Sumedang yang hilang di Cadas Pangeran, Kamis (18/11). Foto: SAR Bandung

Eko pun menambahkan, aksi itu dilakukan Yana karena ada masalah pengurusan surat yang berkaitan dengan pekerjaannya selaku notaris sebuah kantor di Kota Bandung. Tak dijelaskan lebih rinci terkait surat yang dimaksud.

"Karena takut ada surat-surat yang tidak beres kepengurusannya terkait pekerjaan yang bersangkutan di salah satu kantor notaris di Kota Bandung," ucap dia.

Namun demikian, polisi masih melakukan pendalaman terkait hal itu. Menurut Eko, keterangan Yana hingga kini masih berubah-ubah. "Masih didalami, keterangan masih berubah-ubah," kata dia.