Plt Gubernur Riau soal Asap Karhutla: Kiriman Tetangga, Tak Mungkin Sekat Langit

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi kabut asap di Pekanbaru akibat karhutla. Foto: Dok. Tungkir
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi kabut asap di Pekanbaru akibat karhutla. Foto: Dok. Tungkir

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, dalam beberapa hari terakhir. Kualitas udara di ibu kota Provinsi Riau tersebut dilaporkan berada pada kategori tidak sehat.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru berasal dari provinsi tetangga, yakni Sumatera Selatan dan Jambi.

Menurut Hariyanto, saat ini tidak terdapat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau.

"Ini adalah kiriman dari tetangga kita. Dari Sumatera Selatan, Jambi," kata Hariyanto, Minggu (11/10).

Ia mengatakan pemerintah tidak dapat membendung asap yang terbawa angin dari wilayah lain. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap dampak kabut asap, terutama bagi kesehatan.

"Enggak mungkin kita sekat pula langit ini. Yang penting ya kita harus waspada," ujarnya.

Hariyanto berharap kebakaran hutan dan lahan di wilayah tetangga dapat segera diatasi sehingga kabut asap yang berdampak ke Riau juga berkurang.

"Kita doakan dipercepat teratasi di sana. Kalau sana selesai, ya alhamdulillah kita," ungkapnya.

Berdasarkan pantauan kumparan, jarak pandang di Kota Pekanbaru pada pukul 06.00 WIB hanya sekitar 100 meter.