Plt PM Thailand: Bentrokan dengan Kamboja Mengarah pada Perang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penjabat Perdana Menteri baru Thailand, Phumtham Wechayachai, berbicara kepada media setelah rapat kabinet di Gedung Pemerintah, Bangkok, pada 3 Juli 2025. Foto: Lillian SUWANRUMPHA / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Penjabat Perdana Menteri baru Thailand, Phumtham Wechayachai, berbicara kepada media setelah rapat kabinet di Gedung Pemerintah, Bangkok, pada 3 Juli 2025. Foto: Lillian SUWANRUMPHA / AFP

Plt Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai mengakui konflik negaranya dan Kamboja berpotensi menuju perang.

“Eskalasi bentrokan militer antara Thailand dan Kamboja dapat mengarah pada perang," ujar Phumtham Wechayachai kepada wartawan pada Jumat (25/7), seperti dikutip dari Reuters.

“Saat ini, bentrokan tersebut melibatkan senjata berat,” ujar dia.

Kendaraan militer melaju di sepanjang jalan di Provinsi Buriram, setelah Thailand mengerahkan jet tempur F-16 untuk mengebom target-target di Kamboja menyusul tembakan artileri dari kedua belah pihak yang menewaskan warga sipil, Thailand, (25 /7). Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha

Bentrokan berupa baku tembak dua negara pecah di perbatasan sejak Kamis kemarin. Belasan orang tewas di sisi Thailand akibat baku tembak tersebut.

Sedangkan di sisi Kamboja otoritas setempat mengumumkan kematian seorang warga.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meminta agar kedua negara gencatan senjata. Malaysia adalah ketua ASEAN pada 2025 ini.

Ilustrasi peta Thailand dan Kamboja. Foto: AustralianCamera/Shutterstock

Sedangkan Singapura menyatakan prihatin dengan konflik dua negara bertetangga itu. Mereka meminta kedua pihak menahan diri.

Sementara sikap Indonesia adalah "mengikuti secara saksama perkembangan di perbatasan Thailand dan Kamboja".

"Kami yakin sebagai negara yang bertetangga, kedua negara akan kembali ke cara-cara damai untuk menyelesaikan perbedaan mereka, sejalan dengan prinsip-prinsip yang tercermin dalam Piagam ASEAN dan Traktat Persahabatan dan Kerja Sama," ujar Kemlu RI.

Foto yang dirilis oleh Angkatan Darat Kerajaan Thailand ini, tentara Thailand memeriksa daerah perbatasan saat dua ranjau darat anti-personil ditemukan pada hari Minggu (20/7/2025). Foto: Royal Thai Army via AP

"Pemerintah Republik Indonesia juga terus memantau keselamatan dan keberadaan warga negara Indonesia yang tinggal di daerah terdampak," sambungnya.

Laporan media Thailand Bangkok Post, bentrokan berupa baku tembak di perbatasan kedua negara sudah masuk hari kedua pada Jumat ini.