PM Albanese soal Umar Patek Dapat Remisi: Rakyat Australia Sedih

19 Agustus 2022 16:45
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pemimpin Partai Buruh Australia, Anthony Albanese. Foto: Jaimi Joy/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemimpin Partai Buruh Australia, Anthony Albanese. Foto: Jaimi Joy/REUTERS
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengaku kecewa mendengar kabar pelaku bom Bali 2002 Umar Patek mendapat remisi hari kemerdekaan ke-77 RI.
Dari informasi yang diterima Albanese, Umar Patek bisa bebas bersyarat paling cepat pada bulan ini. Menurut Albanese, remisi berujung bebasnya Patek begitu menyakitkan warga Australia, terutama keluarga korban bom Bali.
"Ini akan membuat warga Australia yang keluarganya menjadi korban bom Bali sedih," ucap Albanese saat diwawancarai Channel 9 seperti dikutip dari Associated Press, Jumat (19/8).
Albanese berjanji akan melakukan berbagai upaya diplomatik terhadap Pemerintah Indonesia terkait Umar Patek. Sebab, dampak terorisme Umar Patek begitu mengerikan.
"Aksinya itu adalah aksi teroris," papar Albanese.
"Dia menyebabkan sesuatu mengerikan yang masih terjadi di keluarga Australia, trauma itu masih tetap ada," sambung dia.
Warga berdoa saat peringatan 19 tahun tragedi bom Bali di Monumen Bom Bali, Badung, Bali, Selasa (12/10/2021). Foto: Fikri Yusuf/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Warga berdoa saat peringatan 19 tahun tragedi bom Bali di Monumen Bom Bali, Badung, Bali, Selasa (12/10/2021). Foto: Fikri Yusuf/Antara Foto
Sebanyak 200 orang tewas dalam bom Bali pada 2002. Sebanyak 88 di antaranya adalah warga Australia. Oleh sebab itu, Australia menjadi salah satu negara dengan korban jiwa terbanyak dalam peristiwa itu.
Sementara, Umar Patek divonis penjara 20 tahun pada 21 Juni 2012. Ia terbukti sebagai salah satu penyedia bahan kimia untuk campuran bahan peledak yang dipakai saat bom Bali.

Umar Patek Telah Ikuti Deradikalisasi

Umar Patek (bercambang) menjadi pengibar bendera, 17 Agustus 2017 Foto: Antara/Umarul Faruq
zoom-in-whitePerbesar
Umar Patek (bercambang) menjadi pengibar bendera, 17 Agustus 2017 Foto: Antara/Umarul Faruq
Sementara itu, selama dihukum, Umar Patek telah mengikuti program deradikalisasi. Umar Patek juga telah menyatakan ikrar setia pada NKRI. Bahkan dia menjadi petugas upacara 17 Agustus 2017 sebagai tim paskibra.
Umar Patek menjelaskan bahwa sejak dirinya menyatakan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, dia selalu berkomitmen untuk proaktif dalam program-program deradikalisasi. Baik yang diselenggarakan pihak lapas tempatnya dipenjara, BNPT maupun lembaga lain.
Terpidana terorisme Umar Patek (tengah) bersama istrinya (kiri). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Terpidana terorisme Umar Patek (tengah) bersama istrinya (kiri). Foto: Dok. Istimewa
"Selama delapan tahun ini kami aktif dalam program deradikalisasi," tutur Umar di Lapas I Surabaya di Porong, Sidoarjo, Jatim, pada 17 Mei 2022.
"Setelah bebas, saya siap diminta lapas untuk membantu proses deradikalisasi," tegas pria asal Pemalang, Jawa Tengah, tersebut.