PM Italia Ngotot Kirim Pencari Suaka ke Albania Meski Ditentang Pengadilan
14 November 2025 13:55 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni bersikeras dengan rencana mengirimkan pencari suaka dan imigran ke Albania. Kebijakan Meloni ditentang sejumlah gerakan sipil.
ADVERTISEMENT
Pernyataan Meloni diungkap saat pertemuannya dengan Perdana Menteri Albania, Edi Rama, Kamis (13/11). Meloni menegaskan bahwa pemerintahannya ingin mempererat skema pengiriman tersebut ke Albania.
Meloni menyebut pengiriman akan dilakukan saat imigran dan pencari suaka sedang memproses izin tinggalnya. Kebijakan itu berlaku bagi mereka yang datang dari luar Uni Eropa.
“Tentu saja, protokol tersebut akan berfungsi ketika pakta migrasi dan (Uni Eropa) yang baru mulai berlaku,” kata Meloni pada hari Kamis, mengutip kerangka hukum yang dijadwalkan berlaku pada 2026.
“Ketika pakta migrasi dan suaka mulai berlaku, pusat-pusat (detensi) tersebut akan beroperasi persis seperti yang seharusnya sejak awal,” sambungnya seperti dikutip dari Al-Jazeera.
Adapun Albania pada Februari 2024 lalu sepakat menampung lebih dari 3.000 imigran dan pencari suaka. Mereka akan ditempatkan di pusat detensi di pelabuhan Shengjin, Albania.
ADVERTISEMENT
Kesepakatan itu menuai penolakan keras dari berbagai kelompok HAM. Komite Penyelamatan Internasional menyebutnya tidak manusiawi.
Amnesty International juga mengecam rencana PM Meloni. Menurut mereka tindakan itu ilegal dan tak bisa dilaksanakan.
Ditolak Pengadilan
Italia sebenarnya sudah mulai mengirimkan pencari suaka dan migran pada Oktober 2025. Ketika itu mereka mengirimkan 16 orang dari Bangladesh dan Mesir ke pelabuhan Shengjin.
Tetapi pengadilan Italia menyebut empat dari 16 orang itu masuk kelompok rentan. Empat orang itu akhirnya dibawa kembali ke Italia dan sisanya dibawa kembali ke negaranya.
Italia kemudian mengirimkan kembali migran dan pencari suaka ke Albania pada Januari dan April 2025, meski langkah itu ditolak keras oleh pengadilan.
