PM Kamboja, Hun Sen, Dukung Sang Anak Gantikan Posisi Dirinya
·waktu baca 1 menit

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mendukung anaknya untuk menggantikan posisi dirinya sebagai kepala pemerintahan. Hun Sen merupakan salah pemimpin dengan waktu kekuasaan terlama di dunia modern.
Saat ini putra sulung Hun Sen, Hun Manet, yang digadang-gadang menjadi PM baru masih bertugas di militer Kamboja. Dengan pangkat jenderal bintang empat, Hun Manet merupakan lulusan Inggris dan Amerika Serikat.
"Hun Manet adalah salah satu kandidat Perdana Menteri dan telah menerima dukungan ayahnya," ucap Hun Sen pada acara publik di kota pelabuhan Sihanoukville, seperti dikutip dari AFP.
Hun Sen mengatakan, untuk menggantikan dirinya Hun Manet wajib menang pemilu. Rencana pemilu Kamboja bakal digelar pada 2023.
Pada pemilu 2018 lalu, Hun Sen dan partainya berhasil memenangkan seluruh kursi parlemen. Kemenangan mutlak terwujud usai pengadilan membubarkan partai oposisi dan menangkap tokoh penentang pemerintah.
Kemenangan serta dukungan kepada sang anak, membuat Hun Sen banjir kritik. Mereka menyebut, Hun Sen mencederai demokrasi di Kamboja da
Sebelumnya, terkait pencalonan sang anak Hun Sen selalu berkata hal itu masih sangat jauh.
Penguasa Kamboja selama 36 tahun itu bahkan menegaskan, jika anaknya berhasil merah kursi maka itu hasil kerja keras dan pendidikan serta pelatihan, bukan praktik nepotisme.
