PM Kishida Minta China Bebaskan Pebisnis Jepang yang Ditahan Tanpa Alasan Jelas

3 April 2023 15:40 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida memberikan konpers usai melakukan pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan di Istana Elysee di Paris, Prancis. Foto: Gonzalo Fuentes/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida memberikan konpers usai melakukan pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan di Istana Elysee di Paris, Prancis. Foto: Gonzalo Fuentes/REUTERS
ADVERTISEMENT
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pda Senin (3/4) meminta China membebaskan pebisnis dari perusahaan Astellas Pharma 4503.T yang ditahan di negara itu.
ADVERTISEMENT
Kishida juga meminta China memberikan akses kekonsuleran. Pada saat bersamaan Kishida menjamin mendukung seluruh upaya pembebasan termasuk menghubungi keluarga tahanan.
Pernyataan Kishida disampaikan dalam sesi dengar pendapat dengan parlemen Jepang pada awal pekan ini.
Sebelum Kishida, Menlu Jepang Yoshimasa Hayashi bahkan telah menghubungi koleganya di China. Ia meminta agar warga Jepang itu segera dibebaskan.
Sampai sekarang identitas pebisnis Jepang yang ditahan di China belum diungkap. Namun, pebisnis itu berusia sekitar 50an.
Bukan hanya itu, alasan penangkapan pebisnis tersebut sama sekali belum diketahui Jepang, demikian dikutip dari Reuters.
Pihak China hanya merespons, akan menangani kasus penahanan warga Jepang itu sesuai hukum berlaku.
Menurut media Yomiuri Shimbun, warga Jepang yang ditahan sudah 20 tahun bekerja di China. Ia merupakan salah satu eksekutif di perusahaan Astellas.
ADVERTISEMENT
Pihak Astellas telah memastikan pada Reuters soal penangkapan salah seorang pegawainya. Namun, menolak memberikan detail identitasnya.