PM Malaysia Anwar Ibrahim Akan Umumkan Anggota Kabinet Baru Hari Ini
·waktu baca 2 menit

Perdana Menteri (PM) Malaysia yang baru dilantik, Anwar Ibrahim, akan mengumumkan susunan kabinet pemerintahannya pada Jumat (2/11) sore waktu setempat.
Anggota kabinet baru itu kemudian akan menghadiri pertemuan khusus yang digelar pada Senin (5/11) pekan depan.
“Saya telah membuat keputusan untuk mempresentasikan [susunan kabinet] kepada raja. Insyallah, saya akan mengumumkan susunan kabinet sore ini,” kata Anwar, seperti dikutip dari media lokal Bernama.
Pemimpin oposisi Malaysia itu menambahkan, usai susunan kabinet terbentuk, maka ia akan mengadakan pertemuan khusus dengan para anggota kabinet baru untuk menentukan beberapa aturan baru bagi para menteri yang ditunjuk.
“Cara mereka mengelola kementerian, cara mereka bekerja berdampingan dengan pegawai negeri sipil dan cara mereka membuat pengumuman kebijakan,” jelas Anwar.
Sehari sebelumnya, Anwar mengungkapkan bahwa diskusi terkait susunan kabinetnya sudah hampir rampung. Dan ia berharap, pengumuman dapat segera dilakukan.
Menurut pantauan media lokal, ketua partai Pakatan Harapan (PH) tersebut tampak memasuki Istana Negara pukul 8.22 pagi waktu setempat.
Anwar kemudian terpantau meninggalkan Istana Negara tak lama setelahnya, pada pukul 9.15 pagi. Ia diketahui berangkat menemui Sultan Perak, Sultan Nazrin Shah, di Istana Kinta di Perak untuk berdialog.
Sebelumnya, pada Minggu (27/11) pekan lalu, Anwar mengatakan bahwa prioritas utama pemerintahannya saat ini adalah mengatasi kenaikan biaya hidup masyarakat yang saat ini meroket akibat hambatan ekonomi, dampak dari ketidakstabilan politik dalam negeri selama beberapa tahun terakhir.
Oleh karenanya, Anwar berkomitmen untuk mendirikan pemerintahan yang lebih hemat dan merampingkan kabinet — bahkan, memangkas gaji para menteri. Anwar tidak lagi menunjuk menteri-menteri kabinetnya sebagai bentuk penghargaan.
Belum diketahui berapa anggota kabinet yang akan ditunjuk Anwar, tetapi sebagai perbandingan — pemerintahan di bawah eks PM Ismail Sabri Yaakob sebelumnya memiliki kabinet yang terdiri dari 31 menteri dan 38 deputi (wakil menteri).
