PM Mongolia Dituduh Korupsi, Parlemen Akan Keluarkan Mosi Tak Percaya
ยทwaktu baca 2 menit

Parlemen Mongolia akan mengeluarkan mosi tidak percaya untuk memastikan apakah akan mempertahankan koalisi pemerintah yang terpecah. Apalagi, Perdana Menteri Mongolia Luvsannamsrain Oyun-Erdene tengah menghadapi gelombang protes atas tuduhan korupsi.
Selama beberapa dekade, Mongolia berjuang menghadapi kasus korupsi. Banyak orang di Mongolia menuduh elite kaya menimbun kekayaan dari ledakan pertambangan batu bara selama bertahun-tahun dengan mengorbankan masyarakat sipil.
Ketegangan politik ini dimulai bulan lalu ketika muncul laporan pengeluaran besar-besaran putra Oyun-Erdene. Laporan itu memicu gelombang protes di Ibu Kota Ulan Bator.
Kantor perdana menteri mengungkapkan, Oyun-Erdene akan menyampaikan pidato di hadapan parlemen Mongolia, State Great Khural, pada Senin (2/6) jelang mosi tidak percaya yang akan memutuskan apakah pemerintahan yang dia pimpin dapat dilanjutkan.
Jelang mosi tidak percaya, AFP melaporkan ada ratusan anak muda berkumpul di alun-alun di luar gedung parlemen pada Senin pagi waktu setempat, membawa plakat putih dan berteriak: "Mudah untuk mengundurkan diri".
Pihak penyelenggara demo, Ulamsaikhan Otgon (24) mengatakan demonstrasi yang telah berlangsung selama berminggu-minggu telah menunjukkan bahwa anak muda sangat peka terhadap ketidakadilan di masyarakat.
Sementara warga yang juga pembuat konten, Yroolt (30) mengatakan ini adalah demo kedua yang dia hadiri.
"Alasan saya datang karena saya menginginkan kehidupan yang berbeda, masyarakat yang berbeda," katanya.
"Kita tahu ketidakadilan sudah sangat mengakar di masyarakat kita, tapi ini saatnya untuk berubah," lanjutnya.
Mongolia dipimpin oleh pemerintahan koalisi 3 arah sejak pemilu tahun lalu. Hasilnya, jumlah anggota Partai Rakyat Mongolia (MPP), partai yang dipimpin Oyun-Erdene, berkurang signifikan di pemerintahan.
Meski demikian, MPP berhasil mengusir Partai Demokrat (DP), partai terbesar kedua, dari perjanjian koalisi bulan lalu setelah sejumlah anggota muda parlemen dari DP mendukung seruan agar Oyun-Erdene mengundurkan diri. Langkah ini membuat situasi politik yang terpecah di Mongolia semakin tidak pasti.
Sejak Oyun-Erdene berkuasa pada 2021, peringkat Mongolia dalam Indeks Persepsi Korupsi milik Transparency International anjlok. Tuduhan korupsi yang dilakukan keluarga Oyun-Erdene membuat rakyat marah karena mereka mengkhawatirkan prospek ekonomi dan naiknya biaya hidup.
Kantor perdana menteri membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai fitnah. Bahkan, kantor perdana menteri memperingatkan ekonomi akan kacau jika pemerintahan Oyun-Erdene jatuh.
