PM Narendra Modi Sebut Muslim di India sebagai Penyusup

23 April 2024 13:41 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Perdana Menteri India Narendra Modi tiba untuk menghadiri peresmian Kuil Dewa Rama di Ayodhya, India, Senin (22/1/2024). Foto: Doordarshan/via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri India Narendra Modi tiba untuk menghadiri peresmian Kuil Dewa Rama di Ayodhya, India, Senin (22/1/2024). Foto: Doordarshan/via REUTERS
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Perdana Menteri Narendra Modi menyebut umat Islam (muslim) di India sebagai penyusup. Komentar Modi dikecam oposisi India.
ADVERTISEMENT
Pernyataan Modi disampaikan saat kampanye di sebelah barat negara bagian Rajasthan pada Minggu (21/4). Pada kampanye itu Modi menyerang oposisi India, Partai Kongres.
"Saat mereka (Partai Kongres) memerintah mereka menyebut muslim punya hak utama terhadap sumber daya negara," kata Modi seperti dikutip dari Associated Press.
Umat muslim melaksanakan Salat Idul Fitri 1445 H di Masjid Jama, kawasan tua Delhi, India Rabu (10/4/2024). Foto: Anushree Fadnavis/ REUTERS
Modi memperingatkan, bila Partai Kongres menang pemilu maka kekayaan sumber daya India akan diberikan ke umat Islam. Pemilu India dimulai pekan lalu dan akan memakan waktu selama enam minggu. Partai Modi diprediksi akan merebut kemenangan.
"Mereka akan memberikan itu kepada para penyusup. Apakah menurut Anda uang yang Anda kumpulkan harus diberikan pada para penyusup?" kata Modi.
Juru bicara Partai Kongres, Abhishek Manu Singhbi, menegaskan sangat keberatan atas komentar Modi terhadap umat Islam di India. Partai Kongres berencana melaporkan tindakan Modi kepada komisi pemilu.
ADVERTISEMENT
Perdana Menteri India Narendra Modi tiba untuk menghadiri peresmian Kuil Dewa Rama di Ayodhya, India, Senin (22/1/2024). Foto: Biro Informasi Pers India/Handout via Reuters
Bukan cuma Partai Kongres, komentar Modi menuai kecaman dari anggota parlemen India beragama Islam. Menurut anggota parlemen dari Partai Majlis-e-Ittehad-ul-Muslimeen, Asadudin Owaidi, Modi membuktikan diri sebagai sosok penista.
"Hari ini Modi menyebut muslim sebagai penyusup dan orang dengan banyak anak. Sejak 2002 sampai sekarang satu-satunya jaminan Modi adalah dia pernah melecehkan umat muslim dan mendapatkan suara," kata Owaidi.
Modi dikenal sebagai sosok nasionalis India. Sejak partainya berkuasa pada 2014, sejumlah kritikus menyebut Modi berupaya merusak nilai sekuler dan keberagaman di India.
Laporan kelompok HAM di bawah pemerintahan Modi, penyerangan terhadap minoritas semakin tinggi. Puluhan warga muslim bahkan jadi sasaran kekerasan atas tuduhan seperti memakan daging sapi atau menyelundupkan sapi. Umat Hindu menganggap sapi sebagai hewan suci.
ADVERTISEMENT
Laporan lain mengungkap, bisnis milik muslim India mengalami boikot. Rumah dan sejumlah masjid pun dibakar.
Partai nasionalis Hindu yang dipimpin Modi, BJP, membantah kebijakan mereka memicu intoleransi dan diskriminatif. BJP berdalih seluruh kebijakannya menguntungkan semua warga India tanpa terkecuali.