PM Pakistan Telepon MbS, Kecam Serangan dan Serukan Damai

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif usai menandatangani perjanjian pakta pertahanan di Riyadh, Rabu (17/9/25). Foto: Saudi Press Agency/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif usai menandatangani perjanjian pakta pertahanan di Riyadh, Rabu (17/9/25). Foto: Saudi Press Agency/Handout via REUTERS

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan kecaman keras terhadap serangan ke Arab Saudi usai berbicara langsung dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) pada Rabu (25/3).

Melalui percakapan telepon, Sharif juga mendorong penghentian konflik secepatnya di tengah krisis yang memanas. Ia menyoroti pentingnya meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas kawasan, demikian seperti dilansir AlJazeera.

Dalam pernyataan di platform X, Sharif menyebut Pakistan mengutuk keras serangan yang terjadi. Ia juga memuji sikap Arab Saudi yang dinilai tetap menahan diri di tengah situasi genting.

“Saya juga mengapresiasi sikap menahan diri luar biasa dari Arab Saudi di tengah krisis saat ini dan menyerukan penghentian segera permusuhan, kembali ke situasi normal, serta memperkuat persatuan dunia Islam,” kata Sharif.

Ia menambahkan, Pakistan terus melakukan upaya diplomatik untuk mendorong perdamaian di kawasan.

“Saya juga memberi penjelasan kepada Yang Mulia mengenai upaya diplomasi Pakistan untuk perdamaian dan stabilitas kawasan,” ujarnya.

X post embed

Dalam pernyataan terpisah, kantor Perdana Menteri Pakistan menyebut Mohammed bin Salman mengapresiasi inisiatif perdamaian yang dilakukan Islamabad. Keduanya sepakat untuk terus menjaga koordinasi erat.

Komunikasi ini terjadi saat Pakistan mulai memposisikan diri sebagai mediator dalam konflik yang melibatkan AS dan Iran. Sharif bahkan menyatakan negaranya siap menjadi tuan rumah perundingan damai.

“Pakistan siap dan merasa terhormat menjadi tuan rumah untuk memfasilitasi pembicaraan yang bermakna dan tuntas demi penyelesaian menyeluruh konflik yang sedang berlangsung,” tegasnya.

Sebelumnya, sejak pertengahan Maret, Arab Saudi sempat menjadi sasaran serangan balasan di tengah konflik kawasan, termasuk serangan drone dan rudal yang diduga diluncurkan Iran ke sejumlah target militer dan fasilitas energi.

Sebagian besar serangan berhasil dicegat, namun beberapa dilaporkan menyebabkan kerusakan terbatas serta korban luka, meski tidak ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa secara rinci hingga saat ini.