PM Thailand Minta Maaf, Akui Gagal Tangani Banjir yang Renggut 176 Nyawa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anutin Charnvirakul. Foto: CHANAKARN LAOSARAKHAM/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Anutin Charnvirakul. Foto: CHANAKARN LAOSARAKHAM/AFP

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, mengaku kesalahannya atas banjir besar yang telah merenggut 176 nyawa warganya.

Permintaan maaf itu disampaikan Anutin saat melawat ke wilayah Hat Yai di selatan, kawasan yang paling terdampak banjir besar akibat hujan lebat itu. Seperti Indonesia, cuaca ekstrem di sana dipengaruhi Siklon Senyar, badai tropis yang dahsyat pada akhir November.

Saat melawat ke Hat Yai, Anutin berjanji akan mempercepat upaya pemulihan bencana.

Seorang pria berpegangan pada tembok di jalan yang terendam banjir setelah tersapu banjir saat hendak mengambil persediaan makanan di distrik Hat Yai di provinsi Songkhla, Thailand, Senin (24/11/2025). Foto: SITHICHAI CHOOTOCHANA/REUTERS

"Pemerintah memang punya kekurangan, saya akui itu," ujar Anutin seperti dikutip dari Reuters.

"Ketika ada kematian, ketika ada kehilangan, ketika orang-orang tidak bisa tinggal di rumah mereka, itu semata-mata kesalahan perdana menteri,” sambung dia.

Kendaraan-kendaraan diparkir di jalan layang agar terhindar dari banjir di Hat Yai, Provinsi Songkhla, Thailand selatan, Selasa (25/11/2025). Foto: Arnun Chonmahatrakool / THAI NEWS PIX / AFP

Hujan deras yang memicu banjir dan longsor di Thailand telah terjadi sejak pekan lalu. Wilayah terdampak berada di bagian selatan negara itu.

Thailand menjadi satu dari banyak negara yang dihantam bencana banjir dan longsor di Asia. Selain Thailand, bencana serupa juga menimpa Sri Lanka, Malaysia bagian utara, serta Pulau Sumatra di Indonesia.

Menurut laporan AFP, lebih dari 1.100 nyawa melayang akibat rangkaian bencana alam di Asia tersebut.

PM Thailand Anutin Charnvirakul tinjau banjir pada 22 November 2025. Foto: Facebook/@ThaigovSpokesman