PM Thailand Sebut Pelaku Penembakan Massal di Sekolah Alami Stres

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas darurat tiba usai penembakan di Sekolah Debsirin Nonthaburi, distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi, Thailand, Jumat (7/8/2026). Foto: Chalinee Thirasupa/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Petugas darurat tiba usai penembakan di Sekolah Debsirin Nonthaburi, distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi, Thailand, Jumat (7/8/2026). Foto: Chalinee Thirasupa/REUTERS

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengungkapkan pelaku penembakan massal di sebuah sekolah berada dalam kondisi stres. Selain itu, pelaku juga telah merencanakan serangan tersebut, Jumat (7/8).

"Polisi menginterogasi teman dekatnya yang mengatakan tersangka mengalami stres terkait sekolahnya," kata Anutin kepada para jurnalis di lokasi kejadian di Provinsi Nonthaburi, seperti dikutip dari AFP.

"Tindakannya juga menunjukkan bahwa dia telah merencanakan (penembakan) dengan jelas," sambung dia.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyampaikan pidato saat berkunjung ke Sekretariat ASEAN di Jakarta, Selasa (4/8/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Sebelumnya, menurut laporan kepolisian Thailand, penembakan massal di provinsi yang berbatasan dengan ibu kota Bangkok itu menewaskan tujuh orang, termasuk pelaku.

Pelaku juga membunuh kakeknya sebelum beraksi di sekolah. Penembakan massal dilakukan menggunakan senjata milik sang kakek.

Menteri Pendidikan Thailand Prasert Jantararuangtong mengatakan korban tewas terdiri dari guru dan siswa. Selain korban tewas terdapat pula belasan korban luka.