PMI Asal Temanggung Disekap 21 Tahun di Malaysia: Kerja ke LN Buat Bangun Rumah
ยทwaktu baca 3 menit

Seni (47) seorang pekerja migran asal Temanggung, Jawa Tengah, disekap dan tak digaji oleh majikannya di Malaysia selama 21 tahun. Kini Seni telah berhasil diselamatkan.
Minggu (23/11), kumparan mengunjungi kampung halaman Seni di Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
kumparan bertemu dengan kakak Seni yang bernama Ismi. Dia didampingi istrinya Walmi.
Walmi, kakak ipar Seni mengatakan salah satu cita-cita Seni berangkat ke luar negeri adalah agar bisa membangun rumah.
Rumah itu dulu dia tempati bersama keluarganya termasuk ayahnya, Amat Asri, yang meninggal beberapa tahun lalu dan Tumirah ibu sambung Seni.
Sebelum Seni berangkat ke Malaysia, dia sudah membeli batu bata untuk membangun rumah.
"Bata (batu bata) yang beli Seni sebelum berangkat (ke Malaysia)," kata Walmi dalam bahasa Jawa.
Hampir seluruh dialog dengan dua narasumber ini menggunakan bahasa Jawa. Walmi pun tak segan menunjukkan rumah yang dimaksud.
Rumah itu kini sudah tak digunakan. Dindingnya terbuat dari papan. Lantainya masih tanah.
Batu bata yang dimaksud Walmi berada tepat di depan rumah. Bata itu kini ditumbuhi lumut lantaran tak tersentuh bertahun-tahun.
Bata itu menjadi penanda kepergian Seni tanpa kabar selama 21 tahun.
Foto Keluarga di Ruang Tamu
Sementara itu di ruang tamu rumah Ismi, sebuah foto keluarga terpajang. Ada empat orang yaitu Seni, Amat Asri, Tumirah, dan Iswati kakak Seni.
Seni merupakan anak terakhir. Kakak pertama adalah Ismi sementara kakak keduanya Iswati.
"Saya nggak ikut foto waktu itu masih kerja di Sumatera. Itu foto sebelum (Seni) nikah," kata Ismi.
Ismi membenarkan keberangkatan Seni ke Malaysia tak lain untuk mencari kerja. Saat itu dia sudah memiliki suami dan anak yang bernama Riki Alfian. Saat ditinggal berangkat ke Malaysia, Riki masih berusia sekitar 3,5 tahun.
Selama Seni tak ada kabar, Riki dirawat Ismi dan keluarga termasuk sekolahnya sampai SMP hingga Riki menikah dan punya anak.
Riki adalah bocah yang dahulu bercita-cita menjadi pemain sepakbola. Sementara suami Seni menikah lagi karena tak kunjung ada kabar dari Malaysia.
Awalnya, Seni berangkat bersama salah satu tetangganya. Mereka sempat bersama-sama di Jakarta. Namun ketika di Malaysia mereka memiliki majikan berbeda.
"Yang dapat panggilan dulu, berangkat duluan," jelasnya.
Ketua RW 07, Ruwan, yang masih satu kakek dengan Seni berkisah tentang Seni.
"Bapaknya Seni sama ibunya saya kakak beradik," kata Ruwan.
Ruwan membenarkan cita-cita Seni ke luar negeri adalah untuk membangun rumah. Sebelumnya ada warga yang sukses bekerja ke Malaysia. Setelah itu, Seni berangkat ke Malaysia.
"Kemungkinan termasuk. Ya punya rumah. Tapi rumahnya blabak (papan), belum bata. Kepingin karena orang rumah tangga pasti kepengin," jelasnya.
