Pohon Pisang, Simbol Protes Jalan Rusak Abad Ini

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Pohon pisang di Pesanggaran, Banyuwangi (Foto: Budi Candra Setya/ANTARA)
zoom-in-whitePerbesar
Pohon pisang di Pesanggaran, Banyuwangi (Foto: Budi Candra Setya/ANTARA)

Pohon pisang adalah pohon kaya manfaat. Manfaat terbaru adalah menjadi simbol protes warga kepada pemerintah atas jalan rusak.

Di beberapa kota, warga menggunakan pohon pisang untuk menandai jalan berlubang agar mendapat perhatian penguasa.

Mahasiswa protes jalan rusak di Serang (Foto: Asep Fathulrahman/ANTARA)
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa protes jalan rusak di Serang (Foto: Asep Fathulrahman/ANTARA)

Pada Senin, 3 April 2017, misalnya, aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Anti Suap (Hamas) Banten berunjuk rasa memprotes jalan rusak dengan menanam pisang di Serang, Banten.

Mereka mendesak pemerintah daerah mempercepat perbaikan jalan-jalan yang berlubang sebab selain menghambat perekonomian juga kerap menimbulkan kecelakaan.

Aksi menanam pisang juga terlihat di Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (4/4). Aksi ini sebagai protes karena jalan rusak yang tidak kunjung diperbaiki serta tidak adanya tindakan petugas terhadap kendaraan yang melebihi tonase melintas di jalan tersebut.

Jalan Kesambi, Porong, Sidoarjo (Foto: Umarul Faruq/ANTARA)
zoom-in-whitePerbesar
Jalan Kesambi, Porong, Sidoarjo (Foto: Umarul Faruq/ANTARA)

Warga juga menamam pohon pisang di jalan raya Kesambi, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (29/3). Masyarakat menghitung jalan itu dipenuhi 68 lubang dengan kedalaman 15 cm dan lebar 1-2 meter di jalan sepanjang 1,5 km.

Jalan di Desa Guyangan, Nganjuk, Jatim (Foto: Prasetia Fauzani/ANTARA)
zoom-in-whitePerbesar
Jalan di Desa Guyangan, Nganjuk, Jatim (Foto: Prasetia Fauzani/ANTARA)

Selain pohon pisang, bentuk protes warga biasanya berwujud dengan spanduk atau banner bertuliskan “Selamat Datang di Objek Wisata Jeglongan Sewu”. Jeglongan Sewu artinya lubang seribu.

Baca juga: Banyak Cara Menyindir Jalan Rusak

Tulisan itu misalnya terlihat di jalan inspeksi Selokan Mataram di Desa Tirtoadi, Mlati, Sleman, DIY. Warga protes atas kerusakan di jalan sepanjang 3 km yang membahayakan pengendara.

"Kami sudah bergerak cepat melakukan perbaikan setelah ada keluhan dari masyarakat," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Kabupaten Sleman Sapto Winarno merespons protes itu, Selasa (4/4), seperti dilansir Antara.