Polandia dan NATO Tidak Salahkan Ukraina Atas Peristiwa Rudal Nyasar

17 November 2022 12:16
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Polandia Andrzej Duda ke kota Borodianka di Kiev, Ukraina, Rabu (13/4/2022). Foto: Polish Presidency/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Polandia Andrzej Duda ke kota Borodianka di Kiev, Ukraina, Rabu (13/4/2022). Foto: Polish Presidency/Handout via REUTERS
ADVERTISEMENT
Polandia dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyatakan, rudal yang menghantam wilayah Polandia berasal dari Ukraina. Mereka memastikan Rusia bukan pelaku serangan.
ADVERTISEMENT
Keterangan bersama itu dirilis pada Rabu (16/11) sehari sesudah kejadian. Pernyataan itu dianggap sebagai cara untuk meredakan ketegangan agar perang terbuka antara Rusia dan Barat bisa terhindar.
Menurut Polandia dan NATO, rudal tersebut secara tidak sengaja dilepaskan sistem pertahanan udara Ukraina. Mereka berencana menghalau serangan rudal Rusia yang menghujani sejumlah wilayah Polandia pada Selasa malam lalu.
Sekjen NATO Jens Stoltenberg Foto: AP Photo/Andreea Alexandru
zoom-in-whitePerbesar
Sekjen NATO Jens Stoltenberg Foto: AP Photo/Andreea Alexandru
Namun, rudal dilepaskan Ukraina ternyata ada yang nyasar ke wilayah Polandia. Akibatnya dua orang kehilangan nyawa.
Atas peristiwa itu, NATO dan Polandia sepakat tidak menyalahkan Ukraina. Rusia tetap dijadikan pihak yang harus dimintai pertanggungjawaban.
Oleh NATO dan Polandia Rusia dianggap melakukan tindakan provokatif karena menyerang Ukraina. Karena tindakan Rusia itu Ukraina sampai harus meluncurkan rudal.
ADVERTISEMENT
"Ini bukan salah Ukraina. Rusia memikul tanggung jawab besar karena terus menerus melakukan perang ilegal melawan Ukraina," kata Sekjen NATO Jens Stoltenberg seperti dikutip dari Reuters.
Penjagaan di dekat blokade setelah dua ledakan di Przewodow, sebuah desa di Polandia timur dekat perbatasan dengan Ukraina, Rabu (16/11/2022). Foto: Kacper Pempel/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Penjagaan di dekat blokade setelah dua ledakan di Przewodow, sebuah desa di Polandia timur dekat perbatasan dengan Ukraina, Rabu (16/11/2022). Foto: Kacper Pempel/Reuters
Kendati Moskow disalahkan NATO, Presiden Polandia Andrej Duda secara terbuka mencoba meredakan ketegangan dengan Rusia. Ia mengungkapkan bahwa rudal tersebut memang ditembakkan Ukraina tanpa menyinggung keterlibatan Rusia.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Informasi yang kami terima dari sekutu kami, itu rudal S-300 yang dibuat zaman Uni Soviet, sebuah rudal tua dan tidak ada bukti diluncurkan dari sisi Rusia," kata Duda.
"Sangat mungkin ini ditembak oleh sistem anti-pesawat tempur Ukraina," sambung dia.
Zelensky Menolak
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menggelar upacara di kota Izium yang baru dibebaskan oleh Angkatan Bersenjata Ukraina selama operasi serangan balasan, di tengah serangan Rusia ke Ukraina, di wilayah Kharkiv, Ukraina, Rabu (14/9/2022). Foto: Gleb Garanich/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menggelar upacara di kota Izium yang baru dibebaskan oleh Angkatan Bersenjata Ukraina selama operasi serangan balasan, di tengah serangan Rusia ke Ukraina, di wilayah Kharkiv, Ukraina, Rabu (14/9/2022). Foto: Gleb Garanich/Reuters
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan, informasi rudal ditembak pihaknya tak benar. Ia menegaskan tidak mempercayai laporan bahwa militer Ukraina terlibat serangan nyasar di Polandia.
ADVERTISEMENT
"Saya sama tidak ragu, itu bukan rudal kami," kata Zelensky.
Zelensky tidak membeberkan bukti mengenai pernyataan itu. Ia hanya meminta Ukraina diikutsertakan pada investigasi menyeluruh soal serangan rudal nyasar di Polandia.
Sementara itu, Kemhan Rusia menyampaikan bukti bahwa tidak ada rudal mereka yang menghantam jarak 35 kilometer dari perbatasan Polandia. Rusia turut menunjukkan foto rudal S-300 yang dipakai Ukraina menghantam Polandia.
Kremlin lalu menuduh beberapa negara mengeluarkan pernyataan tak berdasar terkait peristiwa di Polandia.
"Kekacauan mengenai tuduhan keterlibatan Rusia bagian dari kampanye sistematis anti-Rusia oleh Barat," kata Kemlu Rusia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020