Polda Aceh Bina Para Sopir Bus Cegah Kecelakaan Seperti di Sumedang

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bus pariwisata terperosok ke jurang di Jalan Raya Sumedang-Cibereum, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (10/3).  Foto: Bagus Ahmad Rizaldi/ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Bus pariwisata terperosok ke jurang di Jalan Raya Sumedang-Cibereum, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (10/3). Foto: Bagus Ahmad Rizaldi/ANTARA

Kecelakaan lalu lintas menimpa bus pariwisata Sri Padma Kencana di Sumedang, Jawa Barat, pada Rabu (10/3) petang. Bus yang membawa rombongan siswa hingga guru SMP Al Muaa’Wanah, masuk jurang di Tanjakan Cae, Wado, Sumedang. Akibatnya, 29 orang tewas dalam insiden itu.

Berkaca dari peristiwa tersebut, Ditlantas Polda Aceh membina para supir bus di terminal Batoh, Kota Banda Aceh.

Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani, berharap pembinaan ini bisa meminimalisir kecelakaan bus dan angka kematian di jalan raya.

Ditlantas Polda Aceh melakukan pembinaan kepada para supir bus di Terminal Batoh, Kota Banda Aceh. Foto: Ditlantas Polda Aceh

"Pembinaan ini kita lakukan agar kejadian di Sumedang tidak terjadi di tempat kita (Aceh)," ujar Dicky pada awak media di Banda Aceh, Jumat (12/3).

Selain itu, kata Dicky, anggota Ditlantas Polda Aceh diminta mengingatkan kepada pengusaha bus agar mematuhi protokol kesehatan, serta tidak membawa penumpang melebihi kapasitas.

Ia menyebut dalam waktu dekat, Ditlantas Polda Aceh dan Dishub Aceh akan mengecak kelaikan angkutan umum, seperti apakah sudah di KIR atau belum.

Ditlantas Polda Aceh melakukan pembinaan kepada para supir bus di Terminal Batoh, Kota Banda Aceh. Foto: Ditlantas Polda Aceh

"Apabila ditemukan ada angkutan umum yang tidak melakukan KIR kendaraan secara rutin, maka surat izin trayek akan dicabut," pungkas Dicky.

kumparan post embed