Polda DIY Unggah Video Staf BEM UNY Bakar Fasilitas Polda saat Demo Rusuh
ยทwaktu baca 3 menit

Polda DIY mengunggah video aksi pembakaran fasilitas milik Polda DIY yang dilakukan Perdana Arie Veriasa atau PA. Aksi itu dilakukan saat unjuk rasa berujung ricuh pada 29 Agustus di halaman Polda DIY.
Perdana Arie diketahui merupakan mahasiswa UNY yang juga staf BEM KM UNY.
Video diunggah di Instagram resmi Polda DIY. Dalam unggahan itu tampak Perdana Arie menyulut api ke sebuah tenda yang berdiri di halaman Polda DIY.
Kemudian video menampilkan penangkapan Perdana Arie di rumahnya di Kalasan, Kabupaten Sleman pada 24 September lalu. Polisi tampak menunjukkan jaket yang Perdana Arie kenakan saat aksi.
Dalam aksi massa pada akhir Agustus lalu sejumlah fasilitas umum terbakar seperti gedung SPKT dan SKCK. Termasuk tenda di halaman Polda DIY jadi yang terbakar pertama.
Polda DIY sebelumnya telah menjelaskan penangkapan ini. Perdana disebut sebagai salah satu terduga perusakan dan pembakaran fasilitas Markas Komando (Mako) Polda DIY saat aksi berujung ricuh 29 Agustus lalu.
"Pelaku yang telah diamankan berinisial PA (20 tahun), alamat sesuai KTP Klaten Utara, Jawa Tengah. PA ditangkap di sebuah rumah di Kalasan Sleman pada hari Rabu, 24 September 2025," kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, Selasa (30/9).
Apa barang bukti perbuatan Perdana?
"Salah satunya video rekaman yang menjadi bukti digital dalam mengungkap peran tersangka," katanya.
Perdana disangkakan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang atau barang, lalu Pasal 187 KUHP tentang pembakaran, dan atau Pasal 406 KUHP tentang perusakan.
"Dengan ancaman hukuman pidana di atas 5 tahun. Bahwa terhadap PA telah dilakukan penahanan. Saat ini kami masih mendalami keterlibatan pelaku rusuh lainnya dan akan kami sampaikan perkembangannya," ujar Ihsan.
BEM UNY Ingin Perdana Arie Dibebaskan
Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (BEM KM UNY) menggelar aksi simbolik bertajuk "Mengingat September Hitam dan Solidaritas Bebaskan Kawan Kami" di kampusnya, Selasa (30/9) malam.
Salah satu yang disampaikan dalam aksi simbolik ini adalah meminta Polda DIY membebaskan Perdana Arie Veriasa.
"Pertama itu karena sebagai peringatan September Hitam. Kemudian yang kedua adalah seruan bebaskan kawan kami. Ada staf BEM KM UNY yang ditangkap di hari Rabu kemarin. Jadi kami serukan di hari ini," kata Ketua BEM KM UNY Rajesh Singh di lokasi, Selasa (30/9).
Soal pernyataan Polda DIY Perdana Arie ditangkap karena melakukan perusakan fasilitas Polda DIY saat aksi unjuk rasa di depan Polda DIY akhir Agustus lalu, Rajesh mengatakan teman-teman BEM UNY tak ada yang tahu.
"Kita sama sekali nggak ada yang tahu," katanya.
Rajesh mengatakan apa pun yang dilakukan massa aksi pada demonstrasi akhir Agustus dan awal September silam murni karena dampak kemarahan masyarakat.
"Karena kita tahu sendiri bahwa tunjangan DPR yang semakin tinggi. Kemudian kita juga tahu sendiri bahwa ada almarhum Affan Kurniawan yang pengemudi ojol yang tewas dilindas oleh rantis gitu. Dan ini yang pada akhirnya membuat amarah dari masyarakat itu memuncak sehingga apa pun yang dilakukan oleh masyarakat ketika aksi dimanapun tidak hanya di Yogya saja itu adalah murni dari kemarahan masyarakat," katanya.
Rajesh menegaskan BEM KM UNY akan terus mendampingi dan mengawal kasus Perdana Arie sampai selesai.
