Polda Jabar Investigasi Pesta Rakyat Maut Garut, Periksa EO
·waktu baca 2 menit

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (Kapolda Jabar), Irjen Pol Rudi Setiawan, mengatakan pihaknya akan menginvestigasi pesta rakyat maut di Kabupaten Garut.
Rudi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) pada Jumat malam (18/7), bahkan sempat memimpin kegiatan Olah TKP di sekitar Alun-Alun dan Babancong (Pendopo) Garut.
Rudi mengatakan bahwa pasca-insiden tersebut, pihaknya dipastikan akan melakukan pendalaman dan investigasi. Pihaknya sudah mempelajari seluruhnya kaitan dengan kegiatan tersebut.
"Tentunya kami juga akan melakukan pendalaman, akan melakukan investigasi tentang peristiwa ini terjadi sehingga mengakibatkan ada tiga yang meninggal dunia," ujar Rudi, Jumat malam (18/7).
Rudi melanjutkan, "Kami sudah pelajari semua dengan internal Polres Garut, jadi sebagaimana biasanya, setiap kegiatan masyarakat itu kita melakukan pengamanan."
Kaitan dengan pengamanan, menurut Rudi, hal tersebut dilakukan karena adanya permintaan pengamanan rangkaian kegiatan. Dan menurutnya proses izin sudah ditempuh sesuai dengan prosedur dan perkiraan-perkiraan potensi gangguan yang akan terjadi dan sudah disiapkan penanggulangannya.
"Sudah dibuat rencana pengamanan melibatkan personel, dan tadi pagi (kemarin) 404 personel gabungan itu sudah disiagakan, sudah siap, dan sudah menempati sesuai dengan tempatnya masing masing dan sudah di-briefing untuk melaksanakan pengamanan supaya ini semua lancar, itu prosedur yang sudah saya dalami," paparnya.
EO Diperiksa
Adapun untuk penyelidikan, termasuk di dalamnya pemeriksaan pihak penyelenggara yang dalam hal ini event organizer (EO), menurut Rudi hal tersebut dipastikan akan dilakukan. Langkah itu, menurutnya menjadi perlu ditempuh untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian yang menyebabkan tiga nyawa melayang dan lainnya.
"Yang sebagaimana saya sampaikan, karena tadi ada orang yang meninggal, ada peristiwa yang menimbulkan gangguan secara teknis, polisi akan melakukan penyelidikan mengungkap apakah ada unsur kelalaian atau tidak. Dan nanti siapa yang paling bertanggung jawab terhadap peristiwa ini," ucapnya.
"Secepatnya kita mengumpulkan informasi-informasi lain, sehingga nanti adanya pemanggilan atau proses penyelidikan penyelidikan kita sudah mempunyai data yang cukup," kata Rudi.
