Polda Jabar Klarifikasi Narasi Unisba Bandung Diserang: Anarko Lempar Molotov

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan saat memberikan keterangan pers terkait narasi polisi menyerang Unisba Bandung. Dok: Polda Jabar
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan saat memberikan keterangan pers terkait narasi polisi menyerang Unisba Bandung. Dok: Polda Jabar

Ramai di media sosial narasi polisi menyerang kampus Unisba di Jalan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Senin malam hingga Selasa dini hari (2/9).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan memberikan klarifikasi, dan menyatakan bahwa sesungguhnya petugas yang melakukan patroli dengan skala besar berupaya membubarkan sekelompok anarko di depan Unisba.

Berikut penjelasan Hendra selengkapnya, sebagaimana video yang diterima kumparan pada Selasa (2/9):

Dalam rangka menciptakan pemeliharaan Kamtibmas, kami secara rutin menggelar patroli ke beberapa titik berdasarkan kriteria intelijen, dan laporan masyarakat yang resah di beberapa lokasi khususnya di Kota Bandung.

Patroli ini dilaksanakan secara gabungan dengan TNI berskala besar, dan saat di lokasi, Jalan Tamansari, ditemukan tumpukan batu, kayu, serta bakar-bakaran ban.

Dan di saat yang sama adanya sekelompok orang memakai baju hitam yang diduga sebagian besar adalah anarko, mereka itulah awalnya yang menutup jalan, dan membentuk blokade di Tamansari, sambil anarkis, sehingga tim patroli berskala besar gabungan TNI-Polri ini turun.

Mereka secara khusus merancang skenario provokator di mana mereka memancing petugas dan memaksa mundur ke kampus Unisba dengan harapan petugas menyerang kampus.

Namun kita tetap tenang dan tidak terpancing dengan skenario mereka dan kita lakukan penyisiran sepanjang jalan.

Anarko melakukan provokasi dari dalam kampus Unisba, dengan melempar bom molotov ke tim patroli kendaraan roda dua dan empat mobil rantis Brimob, terlihat yang ada di video kami.

Tim kemudian menembakkan gas air mata di jalan raya yang kemudian tertiup angin ke arah parkiran Unisba. Ini yang kemudian provokator dari anarko yang inginkan, dan memang menunggu momen membenturkan antara mahasiswa dengan petugas.

Mereka membuat framing di media sosial, di akun-akun mereka bahwa petugas masuk kampus dan membawa senjata peluru karet dan menembakkan gas air mata yang semua itu adalah hoaks.

Pada kenyataannya di lapangan, tidak ada satu petugas yang masuk ke kampus dan tidak ada satu pun petugas yang membawa senjata.

Jarak petugas kurang-lebih 250 meter dari kampus Unisba dan tembakan tidak ada yang diarahkan ke kampus, semua itu ke jalan raya, di mana sekelompok orang berbaju hitam tadi berkumpul dan menghadang jalan dan melakukan pembakaran.

Dan setelah kondisi jalan Tamansari bisa kita kuasai, situasi aman, dan kelompok baju hitam ini juga kabur, kita melakukan keliling patroli ke ibu kota.

— — —

PESAN REDAKSI:

Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.