Polda Jabar Respons Air Keras Aktivis HMI, Tetap Minta Publik Kawal Andrie Yunus

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, Selasa (10/3). Foto: Abisatya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, Selasa (10/3). Foto: Abisatya/kumparan

Kepolisian Daerah Jawa Barat merespons teror berupa ancaman air keras yang dialami Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jawa Barat, Siti Nurhayati Barsasmy, dengan memastikan langkah awal penanganan telah dilakukan.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan bahwa jajaran kepolisian dari Polres Garut telah turun langsung untuk mengecek kondisi korban.

“Iya, sudah ada yang mengunjungi dari pihak Polres (Garut),” ujar Hendra saat dikonfirmasi, Selasa (31/3).

Namun demikian, ia menegaskan agar perhatian publik tidak teralihkan oleh kasus teror tersebut. Menurutnya, fokus utama tetap harus diarahkan pada pengungkapan kasus penyiraman terhadap aktivis Andrie Yunus.

“Kita jangan teralihkan dengan teror pada aktivis HMI tersebut. Kita harus tetap fokus pada Andri, jangan teralihkan,” tegasnya.

Sebelumnya, Siti Nurhayati Barsasmy menerima ancaman dari pihak tidak dikenal usai mengunggah video di media sosial yang menyoroti belum terungkapnya pelaku dalam kasus penyiraman Andrie Yunus.

Ancaman tersebut diterima melalui pesan WhatsApp dan media sosial pada 22 Maret 2026. Dalam pesan itu, pelaku meminta Siti menghapus video yang diunggah, disertai intimidasi yang menyasar dirinya hingga keluarganya.

Meski mendapat teror, Siti menyatakan tidak akan mundur dan tetap berkomitmen mengawal kasus tersebut. Ia juga memilih mengungkap ancaman yang diterimanya ke publik sebagai bentuk transparansi.

Hingga kini, pihak kepolisian menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi serta menjaga keamanan, sembari memastikan proses penanganan kasus Andri Yunus tetap berjalan.