Polda Jabar Soal Isu 'Vaksin Bodong': Jangan Viralkan, Bikin Masyarakat Resah

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A Chaniago.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A Chaniago. Foto: Dok. Istimewa

Polda Jabar memberikan tanggapan mengenai heboh penyuntikan 'vaksin bodong' yang terjadi di Puskesmas Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A. Chaniago mengimbau kepada masyarakat agar tak terpengaruh dan tidak membuat viral konten video yang belum tentu kebenarannya. Sebab, perbuatan semacam itu dinilai dapat mengakibatkan keresahan di masyarakat.

"Harapan kami, kami mengimbau ke masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan hal tersebut, tidak perlu lah memviralkan yang belum bisa dipertanggungjawabkan karena ini membuat resah masyarakat," kata dia ketika ditemui di pos penyekatan Gerbang Tol Pasteur, Kamis (15/7).

embed from external kumparan

Erdi pun memastikan vaksinator yang menyuntik vaksin merupakan orang yang telah terlatih. Adapun proses suntik vaksin dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya menggunakan telapak tangan. Diketahui, kasus itu kini sedang diselidiki oleh polisi dan instansi terkait di pemerintahan

"Vaksinator itu sudah terlatih, ada beberapa cara yang menyuntikkannya seperti menggunakan telunjuk kemudian telapak tangan dan sebagainya, ini pun sedang kita selidiki," ucap dia.

kumparan post embed

Sementara, Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Jabar Daud Achmad mengimbau masyarakat agar melapor ke pihak berwenang bila menemukan adanya hal yang janggal terkait vaksinasi. Laporan dilakukan dengan menyertakan barang bukti.

"Kalau imbauan saya mah jadi gini kalau misalnya masyarakat ada yang melihat seperti itu ya yang menyuntikkan berarti dia oknum maka laporkan sambil bawa bukti videonya," ujar dia melalui pesan singkat.

embed from external kumparan