Polda Jateng Tangkap 10 Napi Asimilasi Corona yang Kembali Berbuat Kejahatan

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi borgol Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi borgol Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Sebanyak 10 narapidana (napi) asimilasi atau bebas bersyarat karena masa pandemi virus corona kembali ditangkap Polda Jawa Tengah. Mereka ditangkap dengan kasus kejahatan berbeda.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iskandar F. Sutisna, menjelaskan terkait ini polisi akan mengawasi lebih ketat dan tidak ragu menindak tegas bila ada narapidana asimilasi yang berulah lagi.

"Di Jateng ada 1.770 napi masuk program asimilasi dan sudah kembali ke masyarakat. Sampai hari ini 10 sudah ditangkap lagi karena melakukan kejahatan," katanya, Senin (20/4).

Iskandar menjelaskan, 10 napi asimilasi yang ditangkap kembali tersebar di sejumlah wilayah yakni Kota Semarang, Jepara, Sukoharjo, Kebumen, Sragen, Banyumas, dan Kota Surakarta.

Iskandar mengatakan, kejahatan yang dilakukan napi asimilasi itu beragam. Mulai dari pencurian motor, narkoba, penganiayaan, hingga pencabulan anak di bawah umur.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iskandar F Sutisna. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

"Kasus yang dilakukan antara lain pencurian sepeda motor, percobaan pencurian, pencurian dengan pemberatan, penggelapan atau penipuan, narkoba, penganiayaan berat dan pencabulan anak di bawah umur," jelasnya.

Iskandar menegaskan, Polda Jateng akan melakukan pengawasan ketat sampai ke tingkat Bhabinkamtibmas. Pihaknya juga tidak ragu melakukan tindakan tegas.

"Apabila mereka melakukan tindak kejahatan lagi maka akan kita lakukan tindakan tegas dan terukur, bahkan bila sangat meresahkan masyarakat dan melukai masyarakat kita ambil tindakan tembak melumpuhkan pelaku kejahatan," kata dia.

*********

Simak panduan lengkap dalam menghadapi pandemi corona dalam Pusat Informasi Corona. Sebuah inisiatif yang dirancang kumparan untuk membantu masyarakat Indonesia.

*********

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!