kumparan
20 Mei 2019 13:40

Polda Jatim Gagalkan Keberangkatan 20 Bus yang Akan Ikut Aksi 22 Mei

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
Polda Jatim terus melakukan sweeping terhadap massa yang berencana mengikuti aksi 22 Mei di Jakarta. Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan, pihaknya sudah mengagalkan 20 bus dari Surabaya yang berencana berangkat ke Jakarta.
ADVERTISEMENT
"Surabaya ada 20 bus tidak jadi berangkat," ujar Luki, di kantornya, Senin (20/5).
Luki menuturkan, institusinya sudah memberikan arahan dengan pendekatan persuasif kepada massa untuk mengurungkan niatnya ke Jakarta. Pihaknya juga sudah meminta massa untuk kembali pulang ke rumah masing-masing.
"Kami sudah punya data pemimpin rombongan, kami berusaha tetap persuasif. Karena sudah kami data pimpinan rombongan. Kami persilakan pulang ke rumah semuanya. Tapi untuk pimpinan akan kami tindak lanjuti untuk pemeriksaan," jelasnya.
Massa Aksi di depan gedung Bawaslu
Massa aksi mulai meninggalkan gedung Bawaslu RI. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Sementara itu, Luki kembali menegaskan bahwa masyarakat Jatim dilarang untuk mengikuti kegiatan 22 Mei di Jakarta. Kendati demikian, pihaknya tak melarang masyarakat yang menggelar aksi di Jatim dalam rangka kegiatan 22 Mei itu.
"Kami sudah sampaikan ke masyarakat Jatim, dan kami minta untuk tidak berangkat ke Jakarta, terkait aksi people power. Kami sudah menyiapkan tempat di Jatim. tidak harus ke Jakarta. Saya yang bertanggungjawab, atas keselamatan mereka," terang Luki.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga saat ini polisi sudah menggagalkan 1.200 orang yang berencana ke Jakarta melalui berbagai kendaraan dari sejumlah tempat pemberangkatan di Jawa Timur. Beberapa daerah tersebut di antaranya Malang, Tulungagung dan Madura. Bahkan, sejumlah massa juga berasal dari luar Jatim, seperti NTT dan NTB.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan