Polda Jatim Tegaskan Akan Proses Hukum Kasus Ambruknya Ponpes di Sidoarjo

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota kepolisian melihat bangunan pasca penutupan operasi SAR di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/10/2025). Foto: Umarul Faruq/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Anggota kepolisian melihat bangunan pasca penutupan operasi SAR di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/10/2025). Foto: Umarul Faruq/ANTARA FOTO

Polda Jawa Timur menegaskan akan memproses hukum kasus ambruknya Ponpes Al-Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Saat ini, seluruh proses evakuasi baik korban maupun pembersihan reruntuhan bangunan telah selesai.

"Terkait dengan tindak lanjut proses pelanggaran hukum. Perlu saya tegaskan kembali bahwa Polda Jawa Timur sejauh ini kita ketahui telah memberikan pernyataan dari Bapak Kapolda sendiri bahwa proses hukum akan kami lakukan," ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast di RS Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya, Rabu (8/10).

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast di Ponpes Al-Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Senin (29/9/2025). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Jules menyampaikan, proses hukum ini akan dilakukan secepatnya setelah tahapan identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim selesai.

"Percaya bahwa kami akan melakukan proses ini dengan sebaik-baiknya. Dan mudah-mudahan secepatnya kami akan melakukan proses penegakan hukum. Tentu juga kami mohon dukungan terkait dengan upaya-upaya yang akan kita lakukan selanjutnya," ucapnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya juga akan menelusuri terkait penyebab dugaan kegagalan struktur bangunan yang berakibat ambruk.

"Nah, terkait dengan evaluasi struktur, evaluasi apakah adanya kegagalan struktur bangunan ini tentu harus dicari penyebabnya. Dan kami akan melangkah ke sana ya, kami akan melangkah ke sana," ungkapnya.

Foto udara petugas mengevakuasi jenazah korban runtuhnya bangunan mushalla di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (6/10/2025). Foto: Umarul Faruq/ANTARA FOTO

Diketahui, bangunan Ponpes Al-Khoziny ambruk pada Senin (29/9) sore. Insiden itu terjadi saat para santri sedang melaksanakan salat Ashar sekitar pukul 15.00 WIB.

Operasi pencarian korban dan evakuasi bangunan dinyatakan berakhir pada Selasa (7/10) kemarin.

Berdasarkan data Basarnas total rincian korban sebagai berikut :

  • Total korban telah dievakuasi : 171 orang

  • Total korban selamat : 104 orang

  • Total korban meninggal dunia : 67 orang (termasuk temuan 8 potongan tubuh)