Kumparan Logo
kumplus- LIPSUS- Rachel Vennya
Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat.

Polda Metro: Kalau Memang Mau ke Pengajian, Kenapa Harus Serang Mobil Polisi?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google

Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat. Foto: Dok-Polres Jaksel
zoom-in-whitePerbesar
Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat. Foto: Dok-Polres Jaksel

Rekaman suara berisi percakapan sejumlah pengikut Habib Rizieq yang sedang berusaha mengalihkan perhatian anggota Polri, beberapa menit sebelum insiden penembakan di Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Senin (7/12) dini hari, beredar.

Dalam rekaman suara berdurasi 19 menit 46 detik itu disebutkan mobil anggota Polri yang melakukan pengintaian lebih dari satu. Sementara Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran memastikan bahwa hanya ada satu mobil yang dikendarai anggotanya.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat kembali memastikan bahwa mobil polisi yang mengikuti rombongan Rizieq hanya satu unit. Ia juga menanyakan alasan kenapa pengawal Rizieq menyerang anggota polisi, padahal saat itu Rizieq diklaim hanya akan menghadiri pengajian.

"Betul jadi pada saat kejadian itu mobil kita, mobil Polri itu cuma satu, mobil anggota itu cuma satu. Kalau memang dia ingin mengadakan pengajian kenapa juga harus menyerang mobil Polri yang ada di belakangnya?" ujarnya saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Senin (7/12).

Senjata tajam dan senpi milik laskar khusus FPI yang diamankan. Foto: Dok. Istimewa

Kalau mau pergi pengajian pergi saja pengajian dan kita juga tidak melakukan apa pun. Faktanya kita diserang dan faktanya voice notenya seperti itu.

--Kombes Tubagus Ade

Tubagus mengatakan, di voice note tersebut pengawal Rizieq ini tahu bahwa mobil yang mengikuti mereka adalah milik kepolisian. Namun mobil milik polisi berusaha dialihkan perhatiannya agar Rizieq dapat keluar dari Tol Jakarta-Cikampek.

"Sudah tahu itu adalah mobil Polri dan tidak juga melakukan apa pun tetapi dilakukan proses penyerangan. Itu faktanya dan didapatkan senjata tajam dan senjata api," jelas Tubagus.

Hingga saat ini polisi masih menelusuri asal usul senjata api yang dipakai saat peristiwa.

embed from external kumparan

"Tentang senjata api itu masih kita selidiki dan kita akan jelas sudah banyak senjata api kita akan cari tahu siapa pemiliknya. Makanya yang terkait masalah ini, penyidikan tidak selesai sampai di sini. Kita akan telusuri siapa pemilik senjata api, bagaimana cara memperolehnya dan lain sebagainya dikaitkan yang terlibat di dalamnya dalam peristiwa tersebut," ungkapnya.