Polda NTT Bangun Posko Pengungsian-Data Jumlah Korban Gempa 7,7 M

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Personel Polri dikerahkan untuk penanganan usai gempa 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Dok. Polri
zoom-in-whitePerbesar
Personel Polri dikerahkan untuk penanganan usai gempa 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Dok. Polri

Gempa tektonik berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang 30 km timur laut Mbay di Kabupaten Nagakeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA.

Sebanyak 38 orang korban dilaporkan tewas, dua orang luka berat, dan 11 lainnya mengalami luka ringan, yang tersebar di sejumlah kabupaten, antara lain;

  • Kabupaten Manggarai

  • Kabupaten Sikka

  • Kabupaten Manggarai Timur

  • Kabupaten Manggarai Barat

  • Kabupaten Nagakeo

  • Kabupaten Ende

Personel Polri dikerahkan untuk penanganan usai gempa 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Dok. Polri

Polda NTT juga mencatat sejumlah kerugian materiil yang terjadi akibat bencana alam tersebut. Ada 25 fasilitas umum, 25 rumah warga, 6 rumah ibadah, dan dua titik longsor yang terdampak di delapan kabupaten, dengan rincian sebagai berikut;

- Kabupaten Manggarai: 9 fasilitas umum dan 7 rumah warga

- Kabupaten Sikka: 5 fasilitas umum dan 1 rumah ibadah

- Kabupaten Manggarai Timur: 4 fasilitas umum, 6 rumah warga, 2 rumah ibadah, dan 1 titik longsor

- Kabupaten Nagekeo: 5 fasilitas umum dan 2 rumah ibadah

- Kabupaten Ngada: 1 fasilitas umum, 6 rumah warga, dan 1 rumah ibadah

- Kabupaten Manggarai Barat: satu fasilitas umum

- Kabupaten Sumba Timur: satu rumah warga

- Kabupaten Ende: satu titik longsor

Personel Polri dikerahkan untuk penanganan usai gempa 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Dok. Polri

Hingga kini Polda NTT telah menyediakan sejumlah posko pengungsian, mengevakuasi masyarakat di wilayah terdampak, mendata korban dan kerusakan, hingga menurunkan personel untuk memberikan bantuan medis.

Setelah ini Polda NTT akan melakukan pendataan lanjutan terhadap korban jiwa dan kerugian materiil di wilayah terdampak, melaksanakan patroli pengamanan, membantu evakuasi korban dan masyarakat, lalu mendirikan posko terpadu bersama stakeholder terkait.

Polda NTT juga memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG.

Personel Polri dikerahkan untuk penanganan usai gempa 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Dok. Polri
Personel Polri dikerahkan untuk penanganan usai gempa 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Dok. Polri

Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko dan Forkopimda juga melakukan pengecekan langsung ke Kabupaten Sikka serta mengirimkan bantuan logistik.

Saat ini masih dilaksanakan pendataan jumlah dan identitas korban oleh Polda NTT, termasuk pendataan kebutuhan bantuan.