Polda NTT Bantah Tak Prioritaskan Putra Daerah Asli saat Pendaftaran Akpol

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah Catar Akpol 2024 dari Polda NTT yang dinyatakan lolos seleksi pusat. Foto: Humas Polda NTT/HO/Antara
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah Catar Akpol 2024 dari Polda NTT yang dinyatakan lolos seleksi pusat. Foto: Humas Polda NTT/HO/Antara

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Ariasandy membantah pihaknya kurang memprioritaskan putra dan putri NTT dalam proses pendaftaran peserta dalam seleksi taruna-taruni Akademi Kepolisian (Catar Akpol) tahun 2024.

Ia memastikan proses seleksi transparan, tidak ada yang ditutup-tutupi.

“Siapa saja boleh mendaftar, dan tidak ada yang ditutup-tutupi selama proses seleksi,” katanya di Kupang, Senin (8/7), seperti dikutip dari Antara.

Hal ini disampaikannya menanggapi viralnya proses rekrutmen Catar Akpol tahun 2024 di Polda NTT yang menyebut bahwa enam kuota reguler hanya ada beberapa putra daerah yang lolos, sisanya disebut dari provinsi lain.

kumparan post embed

Mantan Kapolres Timor Tengah Selatan (TTS) itu mengatakan, dari tiga kuota reguler itu terdapat tiga peserta yang lahir dan besar di NTT dan dinyatakan lolos ke pusat.

“Lalu ada dua orang yang sejak SD sudah tinggal di NTT, sehingga tidak benar jika dikatakan bahwa kurang prioritaskan putra dan putri NTT,” tegasnya.

Dalam proses perekrutan, katanya, pengawasan dilakukan secara ketat, tidak hanya dari internal Polda NTT, tetapi juga dari pihak eksternal, mulai dari jurnalis, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Himpsi, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemuda dan Olahraga dan LLDikti.

Bahkan, kata dia, setelah ujian selesai hasil ujian langsung diumumkan, saat peserta ujian keluar dari ruangan ujian, sehingga setiap peserta bisa mengetahui hasil ujian masing-masing.

Hal ini, ujar dia, dilakukan agar jika ada yang tidak puas dengan hasil ujiannya bisa langsung mengajukan protes di lokasi ujian kepada panitia.

Ariasandy juga menambahkan, ujian dengan sistem CAT menggunakan fasilitas laboratorium komputer di sejumlah sekolah di Kota Kupang.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Ariasandy. Foto: Kornelis Kaha/ANTARA FOTO

Ujian psikologi dan akademik dilakukan menggunakan sistem CAT menggunakan fasilitas lab komputer di sejumlah sekolah di Kota Kupang.

Menurut dia, dalam proses penerimaan taruna Akpol juga mekanismenya sudah sesuai dengan aturan yang ada. Tidak ada yang bisa melakukan intervensi atau mempengaruhi hasil yang ada.

Kabag Dalpers Biro SDM Polda NTT, AKBP Sajimin, menjelaskan bahwa seleksi ini diikuti oleh 86 peserta, terdiri dari 70 pria dan enam wanita.

Sejumlah helikopter Polri terbang melintasi patung Mahapatih Kerajaan Majapahit Gajahmada di sela-sela Upacara HUT Ke-76 Bhayangkara yang dipusatkan di Kampus Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5/7/2022). Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO

Setelah berbagai tahapan seleksi yang dimulai dari pemeriksaan administrasi hingga supervisi dari Mabes Polri, hanya 20 peserta yang berhasil melanjutkan ke tahap akhir, dengan rincian 17 pria dan 3 wanita.

Mabes Polri memberikan alokasi kuota sebanyak 11 orang untuk Polda NTT, yang terbagi menjadi lima orang dari kuota Mabes dan enam orang dari kuota reguler.

Berikut nama-namanya:

  1. Yudhina Nasywa Olivia (Wanita)

  2. Arvid Theodore Situmeang

  3. Reynold Arjuna Hutabarian

  4. Mario Christian Bernalo Tafui.

  5. Bintang Lijaya

  6. Ketut Arya Adityanatha

  7. Brian Lee Sebastian Manurung

  8. Timothy Abishai Silitonga

  9. Muhammad Rizq Sanika Marzuki

  10. Madison Juan Raphael Kana Silalahi

  11. Lucky Nuralamsyah