Polda Sumut Kerahkan Penjinak Bom di Lokasi Ledakan di Perumahan Polonia Medan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi rumah yang hancur usai ledakan di Kompleks perumahan Grand Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Senin (20/7/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi rumah yang hancur usai ledakan di Kompleks perumahan Grand Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Senin (20/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

Brimob Polda Sumatera Utara mengerahkan puluhan personel Tim Penjinak Bom (Jibom) dan Tim Kimia, Biologi, Radioaktif (KBR) Detasemen Gegana serta Tim Search and Rescue (SAR) Polda Sumut di lokasi tempat kejadian perkara Perumahan Grand Polonia, Kota Medan.

Pengerahan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sumut, AKBP Octorolas Simbolon.

Tim Jibom kemudian melakukan sterilisasi dan pemeriksaan menyeluruh di lokasi kejadian guna mencegah ancaman lanjutan.

Sementara Tim KBR, melakukan deteksi terhadap kemungkinan adanya paparan berbahaya.

Polisi berjaga di lokasi ledakan di Kompleks perumahan Grand Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Senin (20/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

"Kami mengerahkan puluhan personel Tim Jibom dan KBR Detasemen Gegana serta Tim SAR Batalyon A Pelopor untuk mendukung proses penanganan di lokasi kejadian," kata Dansat Brimob Polda Sumut, Kombes Pol M Rendra Salipu dalam keterangannya.

"Seluruh personel bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing guna memastikan lokasi aman, membantu proses evakuasi, serta mendukung penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian," sambung Rendra.

Sebelumnya, Polrestabes Medan menjelaskan bahwa dugaan sementara ledakan berasal dari pipa gas yang berada di bawah tanah perumahan Grand Polonia di Medan.

"Hasil investigasi awal adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak saat di lokasi, Senin (20/7).

Calvijn mengatakan, dugaan pipa gas itu terdeteksi oleh alat pendeteksi gas petugas.

"Tadi kami sudah masuk dengan menggunakan alat pendeteksi gas, memang terdeteksi di situ," ujar Calvijn.

"Namun demikian, dugaan baru investigasi awal dan akibat itu ada beberapa rumah yang terdampak pecahan serpihan kacanya," pungkas Calvijn.