Polemik Mewah-Tak Mewahnya Pesta Pernikahan Kahiyang-Bobby

Di saat masyarakat tengah berbahagia menyaksikan prosesi pernikahan putri tunggal Presiden Joko Widodo, yakni Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution, komentar miring tentang jalannya pesta pernikahan pun, tiba-tiba bermunculan.
Adalah Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, yang pertama kali mengkritik tentang penyelenggaraan pesta pernikahan Kahiyang-Bobby, yang dianggapnya sebagai sesuatu yang berlebihan.
Menurutnya, apabila merujuk pada Surat Edaran MenPAN RB Nomor 13 Tahun 2014 tentang Gerakan Hidup Sederhana, maka pejabat negara dan pejabat pemerintahan tidak diperkenankan membuat pesta atau hajatan besar-besaran.
Menurut Fahri, sejak berlakunya surat edaran tersebut, pejabat negara dilarang untuk membuat pesta dengan mengundang ribuan tamu undangan.

"Kan dulu katanya nggak boleh ngundang pejabat lebih dari 400. Ada katanya dulu revolusi mental, bikin pesta kecil-kecilan saja. Kalau sekarang itu kayak lebih gitu lho," ujar Fahri di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, (6/11).
"Saya mohon maaf ya, saya bukan tidak menghormati adat dan budaya, tapi menurut saya mbok ya sederhana saja lah," sambung Fahri saat itu.
Fahri sendiri merupakan tamu yang ikut diundang Jokowi dalam acara pernikahan Kahiyang-Bobby. Namun Fahri mengaku tak bisa menghadiri pesta pernikahan tersebut karena berbenturan dengan tugasnya sebagai anggota DPR. Sehingga dirinya berjanji untuk mengirimkan karangan bunga saja.
"Saya diundang cuma kan saya piket, saya jaga. Saya kirim bunga aja sebagai perwakilan. Saya ini orang yang ngomong apa adanya," kata Fahri.
Komentar Fahri, tentu saja menimbulkan reaksi yang beragam. Khususnya dari Jokowi sendiri. Dari akun instagram Jokowi @jokowi pada 7 November, Jokowi menjelaskan bahwa acara pernikahan putrinya ini diselenggarakan di kampung, yakni di kota kelahirannya, Solo, bukan di fasilitas mewah ataupun menyewa hotel berbintang.
Jokowi juga mengatakan bahwa pesta pernikahan Kahiyang-Bobby dikerjakan sepenuhnya oleh pihak keluarga tanpa campur tangan orang lain, dan tidak berlangsung mewah.
"Insyaallah, besok akan berlangsung pernikahan putri saya. Semoga penuh berkah. Hajatan ala orang di kampung, semua dikerjakan sendiri, tidak mewah. Mohon doa restunya," tulis Jokowi.
Apabila melihat isi dari Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2014, dijelaskan bahwa tamu undangan untuk resepsi pernikahan pejabat negara dan pemerintahan, tak dibatasi hanya 400 orang saja, dan jumlah peserta yang hadir tidak boleh lebih dari 1.000 orang. Hal itu tetuang dalam poin pertama surat edaran yang dikeluarkan tanggal 20 November 2014.

Selain itu di poin kedua, pejabat negara dan pejabat pemerintahan diminta untuk tak membuat pesta secara berlebihan, atau memperlihatkan kemewahan, sehingga menimbulkan persepsi beragam di tengah masyarakat.
Di poin ketiga dan keempat juga dijelaskan bahwa pejabat pemerintahan tidak diperkenankan saling memberikan karangan bunga, dan di poin keempat surat edaran ini meminta agar pejabat negara dan pejabat pemerintahan untuk membatasi publikasi advertorial menggunakan biaya mahal.

Surat edaran ini, dikeluarkan pada masa Yuddy Chrisnandi menjabat sebagai MenPAN RB. Dirinya pun baru-baru ini menjawab sejumlah kritikan dan komentar tentang pernikahan putri Presiden Jokowi tersebut pada Rabu (8/11), melalui akun media sosialnya.
Dia menilai, pesta pernikahan ini tak melanggar aturan di surat edaran tersebut. Karena pesta pernikahan yang digelar ini tidak melanggar jumlah tamu undangan.
Pesta pernikahan pun digelar di Graha Saba Buana, Kota Solo, yang juga merupakan milik pribadi. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kabinet, Pramono Anung.
"Pernikahan ini benar-benar diadakan di kampung, gedungnya juga milik sendiri. Padahal Presiden mempunyai hak untuk menikahkan anaknya di Istana. Tapi beliau tetap mengambil posisi dengan sederhana," ujar Pramono (7/11).
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pun ikut membela Presiden Joko Widodo soal tudingan Fahri Hamzah mengenai pernikahan Kahiyang Ayu yang mewah. Gatot menegaskan resepsi pernikahan Kahiyang adalah sebuah pesta rakyat.

"Ini kan pesta rakyat yang benar-benar untuk rakyat, kemudian kirab yang tadi itukan merupakan pesta budaya juga, sekalian pesta rakyat," ujar Gatot di Graha Saba, Sumber, Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/11).
Gatot menilai rakyat menikmati berbagai rangkaian kegiatan selama resepsi pernikahan Kahiyang Ayu. Kenikmatan ini bisa terlihat dari antusiasme serta kegiatan ekonomi yang berdenyut.
"Saya pikir rakyat juga menikmati dari berbagai kegiatan. Baik hotelnya makanannya, kulinernya semuanya. Karena ada acara ini nambah rezeki masyarakat di sini," tuturnya.
Senada dengan Gatot, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga menyebut pernikahan Kahiyang-Bobby sederhana.

"Sederhana-sederhana. Semoga menjadi putra putri yang berbakti untuk orang tuanya dan berguna untuk bangsa dan negaranya," ujar Risma.
Prosesi pernikahan Kahiyang-Bobby sendiri berakhir lancar pada 8 November kemarin. Sejumlah tamu undangan, mulai dari pejabat negara, tokoh politik dan pemerintahan serta selebritis, turut hadir memeriahkan pesta pernikahan anak perempuan satu-satunya Presiden Jokowi.
Tak hanya dihadiri undangan saja, namun masyarakat kota Solo serta relawan, rela datang dari berbagai pelosok untuk menyaksikan pesta pernikahan, serta memberikan selamat serta doa agar kedua mempelai diberikan kebahagiaan.
