Polemik Padel Ganggu Warga di Jaksel, Kelurahan Gandaria Selatan Gelar Mediasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
rumah yang bersebelahan dengan lapangan padel di Haji Nawi, Jakarta Selatan, Rabu (18/2/2026). Foto: Rayyan/Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
rumah yang bersebelahan dengan lapangan padel di Haji Nawi, Jakarta Selatan, Rabu (18/2/2026). Foto: Rayyan/Kumparan

Sejumlah warga di kawasan Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, mengeluhkan suara bising dari lapangan padel.

Jarak antar lapangan padel dan rumah mereka sangat dekat, bahkan dinding mereka saling menempel. Untuk menyelesaikan masalah ini, Kelurahan Gandaria Selatan pun mengadakan mediasi pada Kamis (19/2).

Lurah Gandaria Selatan, Ikhsan Kamil, berperan sebagai pimpinan mediasi ini. Kedua belah pihak diundang, dari pihak Fourthwall Padel dan para warga yang melapor.

Mediasi berlangsung selama sekitar dua setengah jam. Hasilnya, menurut Ikhsan, pihak Fourthwall Padel akan memasang dinding soundproof untuk meredam suara.

“Alhamdulillah mediasi berjalan dengan sangat baik. Kedua belah pihak menyampaikan aspirasinya dari masing-masing. Dan juga yang saya sangat gembira di akhirnya mereka saling memaafkan,” ucap Ikhsan usai mediasi.

“Oleh karena itu hasil yang didapat di antaranya akan dipasang soundproofing yang berkualitas baik. Yang targetnya adalah menurunkan desibel, peredam,” tambahnya.

Lurah Gandaria Selatan, Ikhsan Kamil usai mediasi soal warga terganggu bising lapangan padel di Kelurahan Gandaria Selatan, Jakarta Selatan pada Kamis (19/2/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan

Selain itu, Ikhsan mengatakan kedua belah pihak telah bersepakat untuk mengadakan pembatasan jam operasional. Meski masih akan dibicarakan, apakah lapangan Padel tutup jam 7 atau 9 malam.

Yang pasti, lanjut Ikhsan, pihak pemilik lapangan padel tak berkenan untuk menutup operasional karena harus memberikan karyawan mereka tunjangan hari raya (THR).

“Tidak, karena dari padel dia harus bayar karyawannya untuk THR bulan puasa, seperti itu,” ucap Ikhsan.

“Ada pegawainya 10 orang. Jadi, dilematis kalau kita tadi disampaikan, yang satu bising, yang satu enggak bisa makan. Dua-duanya sama-sama penting. Enggak bisa makan, mati. Keberisikan enggak enak. Jadi serba salah. Jadi diambil jalan yang baik, oke silahkan kamu masih bisa kasih makan, tapi kurangi ya,” tambahnya.

Kini, untuk selanjutnya, Ikhsan mengatakan seluruh pihak akan menunggu hingga dinding soundproof terpasang.

rumah yang bersebelahan dengan lapangan padel di Haji Nawi, Jakarta Selatan, Rabu (18/2/2026). Foto: Rayyan/Kumparan

“Itu tadi beliau [warga] menyampaikan bahwa kita akan mengadukan lagi [apabila masih berisik usai pakai soundproof], kata dia, seperti itu,” jelas Ikhsan.

“Makanya saya bilang tadi, harus ada tes desibel setelah pemasangan soundproofing. Jangan cuma menerima hasil akhirnya saja, seperti itu. Tapi harus dites. Pakai alat, itu didiamkan, kalau nggak salah tiga hari dipasang, nanti ada hasilnya,” tambahnya.

Nantinya, maksimal desibel yang boleh keluar hanya sampai 70 desibel.

“(Maksimal) 70 desibel. Untuk, tadi yang apa namanya, untuk perdagangan, dan 55 untuk pemukiman. Tadi kalau nggak salah ya, seperti itu,” tandas Ikhsan.

Warga Tak Puas

Naufal, salah satu warga yang memprotes kebisingan Fourthwall Padel usai mediasi di Kelurahan Gandaria Selatan, Jakarta Selatan pada Kamis (19/2/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan

Salah satu perwakilan warga, Naufal, menyebut pihaknya tak puas dengan hasil mediasi ini lantaran tak ada tuntutan mereka—seperti pemberhentian operasi dan audit pemberian izin—yang dikabulkan oleh Kelurahan.

“Enggak [puas] lah. Kan besok malam tetap dengerin lagi, nanti malam tetap dengerin lagi berisiknya,” ucap Naufal usai mediasi.

“Karena udah kebayang nanti kita buka puasa, ‘jeder’ gitu kan. Dan itu aja sih. Nanti kita lihat aja ya, nanti malam apakah mereka lagi operasional apa enggak, aku juga enggak tahu. Karena dari kemarin media datang sampai pagi ini enggak ada operasional,” tambahnya.

Naufal mengatakan meski jam operasional dibatasi, suara dari lapangan padel tetap akan mengganggu. “Soalnya di rumah kita ada balita yang berumur satu setengah tahun. Dan balita biasanya udah tidur jam 7 (malam) kan. Kebetulan anak saya udah datang,” ucap Naufal.

“Masih kurang puas lah intinya. Sama lah warga,” tambahnya.

Perwakilan Fourthwall Padel, Fajar usai mediasi soal warga terganggu bising lapangannya di Kelurahan Gandaria Selatan, Jakarta Selatan pada Kamis (19/2/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan

Sementara, pihak Fourthwall Padel, Fajar, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk membangun dinding soundproof dan akan dilakukan selama bulan puasa. Selama proses itu, jam operasional akan dibatasi.

“Ya, jam operasional terus terang kami mengajukan di jam 1 siang sampai jam 9 malam cuman dari pihak terlapor ini jam operasional itu menginginkan dari jam 2 siang sampai jam 7. Sebenarnya hanya negosiasi sedikit saya rasa harusnya ini bisa sepakat lah,” ujar Fajar.

“Bulan puasa ini nanti kami rencananya kan juga pemasangan soundproofing. Jadi pada saat bulan puasa pemasangan soundproofing dan juga pembatasan jam operasional,” tambahnya.