Polisi: 103 Rumah dan 2 Masjid di Pandeglang Rusak Akibat Gempa 6,9 M

kumparanNEWSverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gempa di Banten. Foto: Indra Fauzi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gempa di Banten. Foto: Indra Fauzi/kumparan

Gempa 6,9 magnitudo --sebelumnya dalam rilis BMKG disebut 7,4 magnitudo-- yang berpusat di 147 kilometer barat daya Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, Jumat (2/8) malam, mengakibatkan 103 rumah dan 2 masjid rusak.

“Rumah rusak ringan 90 unit, dan rusak berat 13 unit. Ada juga masjid 2 rusak ringan,” kata Kapolres Pandeglang AKBP Indra kepada kumparan, Sabtu (3/8).

Warga menunjukkan bagian rumah yang rusak akibat gempa di Kampung Bojong, Pandeglang, Banten, Sabtu (3/8). Foto: ANTARA FOTO/Weli Ayu Rejeki

Indra menyebut hingga pukul 07.23 WIB, belum ada laporan terkait korban jiwa akibat gempa. Meski begitu, ia masih menunggu laporan terbaru dari jajarannya di lapangan.

“Korban jiwa nihil,” ujar Indra.

Kerusakan rumah di kampung Ciduruk, Desa Gunung Putri, Pandeglang. Foto: Dok. Istimewa

Sebelumnya, BPBD Pandeglang mencatat sebanyak 58 rumah warga rusak akibat gempa. Selain itu, terdapat dua orang warga Kampung Cikeusik Selatan dan Kampung Cikujang yang mengalami luka akibat gempa.

Gempa ini terjadi sekitar pukul 19.03 WIB. Gempa terasa hingga Jakarta, Bandung, Lampung, bahkan Yogyakarta. Akibat gempa ini, BMKG sempat menerbitkan peringatan dini potensi tsunami.

Warga menunjukkan bagian rumah yang rusak akibat gempa di Kampung Bojong, Pandeglang, Banten, Sabtu (3/8). Foto: ANTARA FOTO/Weli Ayu Rejeki

Sesuai Standard Operating Procedure (SOP), BMKG harus memantau potensi tersebut maksimal dua jam untuk memastikan kondisi muka air laut.

Dengan pertimbangan matematis, BMKG akhirnya memutuskan untuk mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 21.35 WIB.