Polisi 2 Kali Olah TKP, Penyebab Kebakaran Kampung Adat Sade Masih Misteri

Penyebab pasti kebakaran yang melanda Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, hingga kini belum diketahui.
Polisi telah dua kali melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mencari titik awal dan sumber api.
Dugaan mengenai korsleting atau gangguan aliran listrik sempat muncul dari keterangan sejumlah warga. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan tim laboratorium forensik.
Pada pemeriksaan pertama, olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan oleh tim dari Polda NTB bersama personel Polres Lombok Tengah. Selanjutnya, pada Senin (24/8), tim Laboratorium Forensik dari Polda Bali diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.
Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Punguan Hutahean mengatakan, pemeriksaan kedua dilakukan untuk memperdalam penyelidikan dan memastikan penyebab kebakaran.
“Hari ini kami olah TKP langsung dari laboratorium forensik. Nanti akan dijelaskan lebih spesifik hasil olah TKP-nya,” kata Punguan.
Tim Labfor melakukan pemeriksaan pada lokasi yang diduga menjadi titik awal munculnya api. Selain mengamati kondisi fisik di lokasi, petugas juga menggali informasi dari warga yang pertama kali melihat kebakaran.
Menurut Punguan, keterangan saksi menjadi salah satu bagian penting dalam proses penyelidikan. Informasi tersebut kemudian akan dicocokkan dengan temuan dan kondisi di lokasi kejadian.
“Acuannya adalah kondisi TKP, sama kombinasi dengan saksi yang pertama kali melihat api,” ujarnya.
Punguan belum menjelaskan secara rinci metode maupun temuan sementara dari pemeriksaan tersebut. Polisi masih menunggu hasil analisis tim Laboratorium Forensik sebelum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab kebakaran.
Dengan demikian, dugaan gangguan listrik yang beredar di tengah masyarakat belum dapat disebut sebagai penyebab kebakaran. Kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah api memang berasal dari instalasi listrik atau terdapat faktor lain.
Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Bali nantinya diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai titik awal api dan penyebab utama kebakaran yang mengubah sebagian kawasan adat Sade menjadi puing.
"Nanti akan disampaikan hasil uji labfornya," kata Punguan.
Kebakaran Kampung Adat Sade terjadi pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Api dengan cepat menjalar dan menghanguskan sejumlah rumah serta bangunan adat dan fasilitas pendukung aktivitas warga.
Pasca kejadian, kawasan Sade menyisakan puing-puing bangunan. Warga terdampak juga masih menjalani masa pemulihan dan sebagian mengungsi di rumah kerabat.
